Mamuju, 8enam.com.com.-Proses pengisian kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat sisa masa jabatan 2025–2030 memasuki babak baru. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara resmi menyerahkan dokumen usulan dua nama calon Wakil Gubernur (Cawagub)—Syamsul Samad dan Fatmawati Salim—kepada pimpinan DPRD Provinsi Sulbar di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (27/10/2026).
Berkas usulan tersebut diterima langsung oleh tiga Wakil Ketua DPRD Sulbar, yakni Munandar Wijaya, Abdul Halim, dan St. Suraidah Suhardi, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana.
Siapkan Panlih & Simulasi Pemilihan 44 Anggota Dewan
Wakil Ketua DPRD Sulbar, Munandar Wijaya, menegaskan bahwa lembaga legislatif bergerak cepat merespons penyerahan berkas tersebut dengan mengagendakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) serta pembentukan Panitia Pemilihan (Panlih).
”Siang ini kami langsung menggelar rapat Bamus untuk menyusun jadwal agenda pemilihan sekaligus membentuk Panlih. Tata tertib dan petunjuk teknis pemilihan sudah matang setelah kami konsultasikan ke Kemendagri,” ujar Munandar.
Munandar menambahkan, proses pemungutan suara akan dilakukan secara langsung di ruang paripurna menggunakan surat suara resmi berfoto calon.
”Hak pilih akan digunakan oleh 44 anggota DPRD Sulbar. Mengingat salah satu calon yang diusulkan saat ini berstatus anggota DPRD (Syamsul Samad), maka setelah ditetapkan secara resmi sebagai calon, yang bersangkutan wajib mengundurkan diri dari keanggotaan dewan,” jelasnya.
DPRD Sulbar menargetkan seluruh rangkaian proses pemilihan selesai jauh sebelum batas maksimal 30 hari yang diatur regulasi.
Tepis Isu Penundaan & Komitmen Bersih Tanpa Money Politics
Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim, menepis anggapan bahwa legislatif sengaja memperlambat pengisian kursi Wagub. Ia menegaskan bahwa DPRD murni menunggu kesepakatan final dari partai koalisi pengusung.
”Tidak ada niat kami untuk mengulur-ulur waktu. Begitu dokumen dua nama dari Gubernur masuk, kami langsung proses secepatnya,” tegas Halim.
Lebih lanjut, Halim secara terbuka mengingatkan seluruh anggota dewan untuk menjaga integritas dan marwah lembaga legislatif selama tahapan pemilihan berlangsung.
”Sejak awal seluruh jajaran DPRD Sulbar telah bersepakat untuk menjaga integritas. Kami secara tegas mengingatkan seluruh anggota untuk menghindari dan menolak segala bentuk praktik politik uang (money politics),” pungkas Abdul Halim.
Dengan dimulainya tahapan di DPRD, masyarakat Sulawesi Barat dalam waktu dekat akan memiliki Wakil Gubernur baru untuk mendampingi Gubernur Suhardi Duka mengawal Misi Panca Daya hingga akhir masa jabatan.
Editor : Ammar







