Mamuju, 8enam.com.-Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Kantor Bupati Mamuju, Senin (17/8/2026), berlangsung penuh khidmat. Namun, di balik pengibaran bendera merah putih oleh anggota Paskibraka, ada pesan mendalam yang ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju terkait arah pembangunan daerah ke depan.
Dalam amanatnya, Bupati Mamuju mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini adalah buah perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan nyawa. Oleh karena itu, momen peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan seremonial tahunan.
“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam bentuk kerja bersama untuk membangun daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut.
4 Fokus Utama Genjot Kesejahteraan Warga
Sebagai wujud nyata mengisi kemerdekaan, Pemkab Mamuju menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di sejumlah sektor strategis yang berdampak langsung pada masyarakat:
Pelayanan Publik: Memastikan layanan pemerintah makin cepat, transparan, dan responsif.
Pendidikan & Kesehatan: Meningkatkan mutu sekolah serta memperluas jangkuan dan akses fasilitas kesehatan warga.
Penguatan Ekonomi Daerah: Menggenjot sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif demi membuka lapangan kerja baru.
Peran Generasi Muda: Mendorong anak muda menguasai teknologi dan berinovasi tanpa mencabut akar budaya lokal.
Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman
Keberhasilan pembangunan fisik dan ekonomi dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kondusivitas sosial. Mengingat Mamuju dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang yang sangat beragam, sikap toleransi dan gotong royong menjadi pondasi utama yang terus ditekankan Pemkab Mamuju.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika diminta untuk tidak sekadar jadi slogan, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Peringatan HUT ke-81 RI ini menjadi pengingat bersama bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir, melainkan tanggung jawab kolektif untuk merawat persatuan dan membawa Mamuju ke arah yang lebih sejahtera.
Editor : Ammar







