Mateng, 8enam.com.-Duka mendalam menyelimuti warga Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial D dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi di aliran Sungai Budong-Budong pada Selasa (4/8/2026) sore.
Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai.
Lantas, bagaimana kronologi kejadian memilukan yang menyita perhatian warga setempat ini?
Berawal dari Mandi Bersama Teman
Berdasarkan laporan yang diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, insiden naas ini bermula sekitar pukul 14.30 WITA. Korban bersama tiga orang rekannya mendatangi aliran Sungai Budong-Budong untuk mandi bersama.
Nahas, korban diduga terpeleset dan langsung terseret derasnya arus sungai hingga tak mampu menyelamatkan diri.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan detik-detik mencekam saat korban terseret arus. Korban sempat terlihat muncul satu kali ke permukaan air, sebelum akhirnya tenggelam dan menghilang disapu derasnya sungai.
Pencarian Cepat Tim Gabungan
Menerima laporan darurat, Tim TRC BPBD Mamuju Tengah yang dipimpin Koordinator Hudrawir bersama jajaran bergerak cepat ke titik koordinat lokasi kejadian (-2,0482580 LS dan 119,4299210 BT).
Bermodal informasi dari Bhabinkamtibmas, keluarga, dan warga sekitar, BPBD langsung berkoordinasi dengan Basarnas serta pemerintah desa setempat untuk menyisir aliran sungai.
Setelah penyisiran dilakukan, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Namun sayang, takdir berkata lain.
”Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Staf Pusdatin BPBD Mamuju Tengah, Rezky Ilhamsyah, Selasa (4/8/2026).
BPBD Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
Atas musibah ini, BPBD Mamuju Tengah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama ketika beraktivitas di sekitar bantaran sungai berarus deras.
Pengawasan ketat dari orang tua menjadi benteng utama agar tragedi memilukan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Editor : Ammar







