Example 300250
DaerahMamuju TengahPeristiwa

Sempat Mungut Sekali ke Permukaan, Bocah SD di Mamuju Tengah Ditemukan Meninggal Usai Terseret Arus Sungai

×

Sempat Mungut Sekali ke Permukaan, Bocah SD di Mamuju Tengah Ditemukan Meninggal Usai Terseret Arus Sungai

Sebarkan artikel ini

Mateng, 8enam.com.-Duka mendalam menyelimuti warga Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial D dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi di aliran Sungai Budong-Budong pada Selasa (4/8/2026) sore.

​Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai.

​Lantas, bagaimana kronologi kejadian memilukan yang menyita perhatian warga setempat ini?

​Berawal dari Mandi Bersama Teman

​Berdasarkan laporan yang diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, insiden naas ini bermula sekitar pukul 14.30 WITA. Korban bersama tiga orang rekannya mendatangi aliran Sungai Budong-Budong untuk mandi bersama.

​Nahas, korban diduga terpeleset dan langsung terseret derasnya arus sungai hingga tak mampu menyelamatkan diri.

​Seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan detik-detik mencekam saat korban terseret arus. Korban sempat terlihat muncul satu kali ke permukaan air, sebelum akhirnya tenggelam dan menghilang disapu derasnya sungai.

​Pencarian Cepat Tim Gabungan

​Menerima laporan darurat, Tim TRC BPBD Mamuju Tengah yang dipimpin Koordinator Hudrawir bersama jajaran bergerak cepat ke titik koordinat lokasi kejadian (-2,0482580 LS dan 119,4299210 BT).

​Bermodal informasi dari Bhabinkamtibmas, keluarga, dan warga sekitar, BPBD langsung berkoordinasi dengan Basarnas serta pemerintah desa setempat untuk menyisir aliran sungai.

​Setelah penyisiran dilakukan, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Namun sayang, takdir berkata lain.

​”Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Staf Pusdatin BPBD Mamuju Tengah, Rezky Ilhamsyah, Selasa (4/8/2026).

​BPBD Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

​Atas musibah ini, BPBD Mamuju Tengah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama ketika beraktivitas di sekitar bantaran sungai berarus deras.

​Pengawasan ketat dari orang tua menjadi benteng utama agar tragedi memilukan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *