Mamuju, 8enam.com.-Langkah tak biasa diambil oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, pada Kamis (30/7/2026). Tak mau lagi terkecoh sekadar rekapitulasi presensi di atas kertas atau aplikasi digital, ia turun langsung menyisir satu per satu ruangan kerja di kantornya.
Sidak mendadak ini dilakukan untuk mengecek kehadiran riil para pegawai, dengan fokus utama menyasar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu (PPPKPW).
Langkah tegas ini diambil guna menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, demi memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja secara optimal dan disiplin.
Lantas, bagaimana nasib para pegawai yang kedapatan ‘menghilang’ dari meja kerjanya?
Sanksi Menanti: Kehadiran Fisik Jadi Tolok Ukur Utama
Dari hasil penyisiran dari bidang ke bidang tersebut, Ridwan Djafar mengaku telah mengantongi daftar nama pegawai yang tidak berada di ruang kerja saat jam dinas berlangsung.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Sulbar tidak akan mentoleransi kelalaian jam kerja. Keberadaan fisik secara riil di kantor kini menjadi indikator mutlak dalam evaluasi kinerja pegawai.
”Hari ini saya melakukan pengecekan ke bidang-bidang melihat tingkat kedisiplinan, khususnya PPPK dan PPPK-PW, apakah tepat waktu sesuai jadwal. Ini akan terus saya lakukan supaya bisa menciptakan kepatuhan,” tegas Ridwan.
Ia menambahkan bahwa sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku sudah disiapkan bagi mereka yang terbukti bolos atau mangkir tanpa alasan yang sah.
”Sanksi akan kita berlakukan sesuai peraturan. Kita tidak cuma melihat absen harian, tetapi keberadaannya di kantor. Jadi rill kehadiran pegawai kita bagaimana,” lanjutnya.
Pengawasan Berlapis di Lingkup Pemprov Sulbar
Gebrakan yang dilakukan di internal DiskominfoSS ini kian memperketat rantai pengawasan aparatur di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Sebelumnya, pengawasan intensif juga gencar dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sulbar, Habibi Azis, yang memimpin apel pagi hingga menggelar sidak di sejumlah unit kerja.
Melalui pengawasan berlapis dan tanpa kompromi ini, Pemprov Sulbar berkomitmen penuh membabat habis budaya kerja malas, demi memastikan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat berjalan maksimal dan profesional.
Editor : Ammar







