Mamuju, 8enam.com.-Ada kabar gembira bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Bumi Manakarra. Sebanyak 52 tenaga kerja konstruksi lokal di Sulawesi Barat (Sulbar) baru saja resmi mengantongi lisensi kompetensi khusus tingkat nasional usai merampungkan Pelatihan dan Uji Sertifikasi yang digelar di Aula Dinas PUPRD Sulbar, 27–29 Juli 2026.
Inisiatif krusial ini lahir dari kolaborasi hebat antara Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) VI Makassar, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulbar, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Provinsi Sulbar.
Sertifikasi ini menjadi bagian dari agenda besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membidik target 549 tenaga ahli tersertifikasi di seluruh Regional Sulawesi sepanjang tahun 2026.
Lantas, sejauh mana dampak kelulusan 52 ahli ini terhadap kualitas jalan dan jembatan di Sulbar?
Bukan Tukang Biasa: Dari Ahli Jalan Hingga Penguji Tanah
Lulusnya 52 personel ini merupakan langkah konkret untuk memangkas gap (kesenjangan) kuantitas tenaga kerja tersertifikasi di daerah. Dari puluhan peserta yang dinyatakan kompeten berdasarkan kriteria SKKNI, mereka terbagi dalam beberapa jabatan kerja strategis:
10 Ahli Muda Teknik Jalan (Jenjang 7)
5 Pelaksana Uji Laik Fungsi Jalan (Level 6)
10 Teknisi Laboratorium Beton Aspal (Jenjang 6)
27 Teknisi Laboratorium Tanah (Jenjang 4–6)
Artinya, setiap jengkal proyek jalan dan bangunan infrastruktur publik di Sulbar ke depan akan ditangani dan diawasi langsung oleh para spesialis berstandar tinggi.
Infrastruktur Hebat Berawal dari SDM Unggul
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas PUPRD Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan fisik tidak hanya bergantung pada nominal anggaran yang dikucurkan, melainkan pada keahlian manusia yang mengerjakannya.
”Penguatan kompetensi ini adalah investasi jangka panjang. Infrastruktur yang berkualitas lahir dari tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki sertifikasi sesuai standar,” tegas Surya.
Langkah ini juga sejalan dengan pilar misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap teknologi modern.
Jaminan Mutu dan Keselamatan Konstruksi
Saat menutup kegiatan, Kepala BJKW VI Makassar, Siti Nurrusiah, menekankan bahwa sertifikat kompetensi ini adalah jaminan mutlak untuk keselamatan dan ketahanan fisik proyek-proyek strategis di daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemprov Sulbar ini diharapkan terus berlanjut, membawa sektor konstruksi Sulawesi Barat semakin modern, aman, dan berdaya saing global.
Editor : Ammar







