Mamuju, 8enam.com.-Panggung pelantikan pengurus wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sulawesi Barat mendadak memanas. Di hadapan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) secara blak-blakan membongkar ngeri dan brutalnya dinamika politik di Bumi Mandar dalam acara yang digelar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Jumat (3/7/2026).
Di tengah riuhnya konsolidasi yang bertabur bintang fungsionaris artis seperti Pasha Ungu, Desy Ratnasari, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Verrell Bramasta, SDK yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar melempar peringatan keras: Tidak ada satu pun partai politik yang posisinya aman di Sulawesi Barat!
Badai Politik Bumi Mandar: Raksasa Tumbang, Tersisa 4 Parpol
Dalam pidatonya yang memikat ribuan kader, SDK menyisir realitas politik lokal yang kerap bergulung bak ombak lautan dan tak jarang dihantam badai ekstrem. Di Sulbar, kejayaan sebuah partai di satu pemilu sama sekali bukan jaminan mereka tidak akan punah di pemilu berikutnya.
Fenomena politik unik Sulbar yang dibeberkan SDK meliputi:
-
- Hilangnya Partai Raksasa: Partai-partai besar berskala nasional dilaporkan bertumbangan dan lenyap dari kursi empuk senayan dapil Sulbar.
- Klan 4 Besar yang Bertahan: Saat ini hanya ada empat partai tangguh yang berhasil meloloskan kadernya ke DPR RI Dapil Sulbar, yakni PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, dan NasDem.
- Kunci Kemenangan Mutlak: Parpol tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan logistik atau nama besar pusat, melainkan wajib diisi orang-orang piawai yang mampu membaca denyut nadi kehidupan masyarakat bawah.
”Sulawesi Barat gelombangnya tidak datar, selalu bergelombang dan kadang-kadang ada badainya ikut. Olehnya itu tidak ada partai yang aman di Sulawesi Barat. Kadang-kadang yang menang di suatu pemilu dan pada akhirnya hilang di pemilu berikutnya,” tegas Suhardi Duka.
Romansa Masa Lalu dan Sinyal Lamaran Koalisi Pilgub 2029
Meski PAN sempat tidak berada di barisan pengusungnya pada Pilgub 2024 lalu, SDK mengaku ikatan batinnya dengan partai berlambang matahari terbit itu terlampau kuat untuk dipisahkan. Ia mengenang bagaimana PAN dua kali menjadi motor utama yang mengantarkannya menduduki kursi Bupati Mamuju.
Melihat rekam jejak kader PAN yang dinilai santun dan jago berkolaborasi, SDK langsung memanfaatkan momentum ini untuk melempar manuver politik jarak jauh menuju kontestasi masa depan.
”Olehnya itu PAN sangat diterima di seluruh Sulawesi Barat. InsyaAllah di 2029 PAN akan kembali bersama-sama dengan saya,” pungkas SDK yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh ribuan kader.
Pelantikan akbar dengan tema “Satu Tekad Bantu Rakyat” ini sukses menjadi ajang konsolidasi paling seksi di Sulbar. Kehadiran SDK bukan hanya sekadar memberi ucapan selamat, melainkan berhasil mengunci komitmen awal untuk peta koalisi besar pada pertempuran politik tahun 2029 mendatang. (Rls)
Editor : Ammar







