Example 300250
DaerahMamujuPendidikan

Dapat Akses “Senjata” Gratis dari Pemprov, Siswa SMK 1 Tapalang Barat Mendadak Alami Perubahan Ini

×

Dapat Akses “Senjata” Gratis dari Pemprov, Siswa SMK 1 Tapalang Barat Mendadak Alami Perubahan Ini

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Wajah pendidikan di SMK 1 Tapalang Barat dipastikan berubah total. Tak ada lagi keluhan soal keterbatasan fasilitas belajar konvensional. Sekolah ini mendadak mengalami lompatan besar setelah disuntik “senjata” digital gratis berupa akses internet super stabil melalui program Sulbar Digital besutan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DiskominfoSS) Pemprov Sulbar.

​Kehadiran jaringan internet ini laksana pembuka gerbang informasi yang selama ini terisolasi. Dampaknya luar biasa; tidak hanya mendongkrak kreativitas para tenaga pendidik dalam meracik bahan ajar, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir para siswa secara radikal.

​Guru Tak Lagi Kebingungan, YouTube Jadi Penyelamat

​Parlan, salah seorang guru di SMK 1 Tapalang Barat, blak-blakan mengakui betapa saktinya kehadiran internet gratis ini dalam membantu efektivitas mengajar di kelas. Era di mana guru kebingungan menjelaskan materi teoritis yang rumit kini sudah tamat.

​Perubahan instan yang dirasakan di ruang kelas meliputi:

    • Bahan Ajar Interaktif: Guru kini bisa langsung memutar video tutorial dari YouTube dan aplikasi digital lain saat materi buku teks sulit dipahami.
    • Eksplorasi Tanpa Batas: Siswa tidak lagi terpaku pada buku cetak yang usang atau terbatas, melainkan bebas berburu ilmu baru secara mandiri.
    • Ledakan Semangat Belajar: Proses belajar mengajar menjadi jauh lebih interaktif dan menyenangkan bagi generasi Z.

​”Ketika kami kesulitan memberikan penjelasan terhadap materi yang diberikan, kami langsung biasa mengakses bahan-bahan di YouTube dan di aplikasi-aplikasi lain,” ujar Parlan.

​Siswa Mulai Menggila di Bidang Desain Digital

​Dampak positif ini dirasakan langsung oleh Sandra, salah satu siswi SMK 1 Tapalang Barat. Ia dan rekan-rekannya mengaku kini bisa dengan mudah menembus batas ruang kelas untuk mempelajari keterampilan praktis tingkat tinggi yang laku di industri modern.

​”Memudahkan kami untuk melihat tutorial bagaimana caranya mendesain,” ungkap Sandra dengan nada penuh antusias.

​Gebrakan digitalisasi ke wilayah-wilayah sekolah ini bukan proyek kebetulan. Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa pihaknya bergerak atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Sang Gubernur menuntut agar seluruh wilayah blankspot dan lemah sinyal di Sulbar segera “dibersihkan” dari keterisolasian teknologi.

​Dengan dikepungnya sekolah-sekolah terpencil oleh jaringan internet gratis, Pemprov Sulbar tengah mengirimkan sinyal kuat ke tingkat nasional bahwa anak-anak pesisir bumi Malaqbi kini siap bertarung dan bersaing di panggung ekonomi digital dunia. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *