Mamuju, 8enam.com.-Berobat gratis menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang menjadi hak setiap peserta. Namun, jangan sampai Anda terkejut saat mendapati kartu Anda mendadak tidak bisa digunakan di rumah sakit akibat kelalaian kecil yang sering diabaikan.
Peringatan penting ini mengemuka dalam acara Media Workshop yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Mamuju bersama puluhan insan pers di Waterpark Hotel Maleo Mamuju, Kamis (18/6/2026).
Lantas, apa imbauan krusial dari BPJS Kesehatan agar proteksi kesehatan Anda dan keluarga tidak terputus secara mendadak?
Alarm untuk Peserta Mandiri: Rutin Bayar Iuran dan Cek Aplikasi!
Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mamuju, St. Umrah Nurdin, memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan masyarakat, khususnya kategori peserta mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah), agar lebih disiplin.
Ada dua langkah mitigasi sederhana yang wajib dilakukan secara berkala oleh peserta:
-
- Bayar Iuran Tepat Waktu: Lakukan pembayaran secara rutin setiap bulan sebelum tanggal jatuh tempo guna menghindari pembekuan status kepesertaan.
- Pantau Lewat Mobile JKN: Gunakan aplikasi resmi Mobile JKN di ponsel Anda untuk mengecek status keaktifan kartu, memantau tagihan, hingga mengakses layanan administrasi tanpa perlu mengantre di kantor cabang.
“Salah satu yang terus kami dorong adalah mengingatkan peserta JKN mandiri agar rutin membayar iuran. Selain itu, masyarakat juga perlu sering mengecek status kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN untuk memastikan kepesertaannya tetap aktif,” jelas St. Umrah Nurdin.
Pengecekan dini ini sangat penting agar peserta tidak panik atau kebingungan saat tiba-tiba membutuhkan layanan medis darurat di fasilitas kesehatan.
Gandeng Diskominfo, Komisi Informasi, dan Media Massa
Demi menyebarluaskan edukasi ini secara masif, BPJS Kesehatan Mamuju tidak berjalan sendirian. Workshop strategis ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SS) Provinsi Sulawesi Barat serta Komisi Informasi Sulawesi Barat.
Sinergi lintas sektor ini sengaja dibangun agar informasi mengenai regulasi, hak, kewajiban, hingga kebijakan terbaru seputar program JKN dapat tersampaikan ke telinga masyarakat secara akurat, berimbang, dan bebas dari hoaks.
Komitmen Pangkas Prosedur Ribet di Rumah Sakit
Di sisi lain, St. Umrah menambahkan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Mamuju terus berbenah di internal. Pihaknya berjanji akan terus menggenjot kualitas pelayanan di lapangan dengan memangkas prosedur administrasi yang berbelit-belit, memperkuat sistem digital, hingga memperketat koordinasi dengan berbagai fasilitas kesehatan (faskes) di Sulbar.
“Kami berharap media ikut jadi jembatan edukasi ke masyarakat. Kalau informasi JKN sampai dengan benar, maka tujuan akhir kita sama: masyarakat sehat, terlindungi, dan tidak bingung saat butuh layanan kesehatan,” pungkasnya.
Bagi Anda peserta JKN mandiri di wilayah Sulawesi Barat, yuk cek aplikasi Mobile JKN Anda sekarang juga sebelum terlambat! (edo)
Editor : Ammar







