Mamuju, 8enam.com.-Ancaman peredaran sayur dan buah-buahan yang mengandung zat kimia berbahaya di Sulawesi Barat resmi ditabrak. Mengeksekusi visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam membangun fondasi SDM yang sehat dan tangguh, Dinas Pangan Daerah Sulbar langsung menggelar operasi simulasi Rapid Test Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Selasa (9/6/2026).
Langkah taktis ini digodok oleh Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan di ruang rapat dinas. Petugas Pengambil Contoh (PPC) digembleng dalam simulasi pengujian cepat agar memiliki kemampuan bertarung di lapangan untuk mendeteksi dini kandungan pestisida atau zat berbahaya lainnya secara real-time!
Petugas Wajib Menguasai Prosedur, Tutup Celah Pangan Ilegal dan Berbahaya
Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa pengawasan isi piring masyarakat tidak boleh dilakukan dengan amatiran. Petugas yang turun ke pasar tradisional maupun swalayan harus memiliki kemampuan teknis tingkat tinggi dan pemahaman prosedur yang kebal dari kesalahan.
Melalui simulasi ini, para petugas dipaksa mempraktikkan seluruh tahapan ekstrem, mulai dari teknik penarikan sampel komoditas di lapangan hingga proses eksekusi uji cepat di laboratorium berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pengawasan keamanan pangan harus didukung oleh petugas yang mumpuni. Simulasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan petugas pengambil contoh mampu melaksanakan pengambilan sampel dan pengujian rapid test sesuai standar operasional yang berlaku,” tegas Suyuti Marzuki.
Seragamkan Metode Tempur di Lapangan, Antisipasi Kendala Teknis
Operasi simulasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nugroho Hamid, ini sengaja dirancang untuk menyamakan metode pengawasan di enam kabupaten se-Sulbar.
Bukan sekadar latihan formalitas, tim pengawas pangan menguliti satu per satu kendala teknis dan menguji akurasi alat tes cepat yang digunakan. Langkah preventif ini memastikan bahwa saat petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar, hasil uji laboratorium lapangan tidak dapat dibantah oleh oknum pedagang nakal.
Dengan penguatan kompetensi petugas rapid test PSAT ini, Dinas Pangan Sulbar mengirim garansi keamanan bagi masyarakat bumi Malaqbi. Target akhirnya jelas: memastikan setiap bahan pangan segar yang masuk ke dapur warga dalam kondisi bersih, sehat, higienis, dan 100 persen layak konsumsi tanpa kontaminasi racun! (Rls)
Editor : Ammar







