Example 300250
DaerahMamuju

JADI ETALASE UTAMA GUBERNUR! Pasukan Swakelola PUPRD Sulbar “Kepung” Jalur Arteri, Rumput Liar Dibabat Habis!

×

JADI ETALASE UTAMA GUBERNUR! Pasukan Swakelola PUPRD Sulbar “Kepung” Jalur Arteri, Rumput Liar Dibabat Habis!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Menjaga marwah pusat pemerintahan sekaligus mengeksekusi misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam menghadirkan infrastruktur yang nyaman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Sulbar langsung bergerak agresif. Pasukan khusus swakelola dikerahkan untuk menyisir dan membersihkan sepanjang jalur arteri vital di Ibu Kota, Rabu (10/6/2026).

​Operasi pembersihan berkala ini difokuskan pada ruas jalan arteri mulai dari depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat hingga Simpang Empat Pelabuhan Ferry Mamuju. Targetnya jelas: membabat habis rumput liar dan membersihkan bahu jalan demi estetika, kebersihan, dan keselamatan pengendara!

​Wajah Pemprov Sulbar Harus Bersih Tanpa Noda

​Kepala Dinas PUPRD Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan bahwa jalur arteri kawasan perkantoran gubernur bukan sekadar jalan biasa. Jalur ini adalah wajah, cermin, sekaligus etalase utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang paling sering dilihat oleh masyarakat maupun tamu negara.

​Oleh karena itu, penataannya tidak boleh dilakukan setengah-setengah atau menunggu fasilitas rusak terlebih dahulu.

​“Ruas arteri ini merupakan kawasan yang setiap hari dilalui masyarakat dan tamu daerah. Karena itu, kebersihan dan kerapian lingkungan jalan menjadi perhatian utama kami agar memberikan kesan yang baik serta menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan,” tegas Surya Yuliawan.

​Pasukan Dibagi Dua, Jaga Jalur Protokol Hingga 30 KM Jalan Daerah

​Sadar akan keterbatasan personel namun dituntut bergerak taktis, Dinas PUPRD membagi tim menjadi dua kelompok kerja utama. Untuk jalur arteri sepanjang 1,3 kilometer di dalam kota Mamuju, diterjunkan enam personel bersenjata mesin pemotong rumput yang bergerak menyisir median jalan.

​Di waktu yang bersamaan, kelompok kerja kedua juga tengah berjibaku melakukan pemotongan vegetasi liar di jalur luar kota, tepatnya pada ruas Mapilli–Piriang yang membentang sepanjang kurang lebih 30 kilometer.

​Keselamatan Pengendara Jadi Harga Mati

​Selain demi mempercantik keindahan tata kota, pembabatan rumput liar di bahu jalan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi kecelakaan lalu lintas. Rumput yang terlalu tinggi sering kali menghalangi jarak pandang (blind spot) para pengendara, khususnya di tikungan tajam.

​Melalui komitmen pemeliharaan rutin berbasis swakelola ini, PUPRD Sulbar membuktikan bahwa anggaran daerah dieksekusi secara efisien dan tepat sasaran demi kelancaran mobilitas ekonomi masyarakat di bumi Malaqbi. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *