Mamuju,Gebrakan luar biasa kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) di bawah komando Gubernur Suhardi Duka (SDK). Demi menyulap Bandara Tampa Padang Mamuju menjadi bandara internasional yang modern dan megah, Pemprov Sulbar nekat mengambil langkah berani menghibahkan aset tanah dalam skala raksasa kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI!
Langkah megaproyek ini digodok super matang dalam rapat koordinasi Tim Kelompok Kerja (Pokja) Inventarisasi Lahan yang dipimpin oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulbar, Selasa (9/6/2026).
Hampir 1 Juta Meter Persegi Diserahkan ke Pusat!
Tidak main-main, luasan lahan milik Pemprov Sulbar yang siap dihibahkan ke Kemenhub RI mencapai 960.150 meter persegi. Tanah seluas hampir satu juta meter persegi ini merupakan bagian krusial dari total kebutuhan pengembangan bandara yang memakan lahan seluas 1.628.001 meter persegi.
Penyerahan aset ini dipaksa bergerak cepat demi mengejar ketertinggalan konektivitas udara di Sulbar, sekaligus mengeksekusi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 776 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Bandara jangka panjang.
Warning Validasi Data: Jangan Ada Celah Sengketa Lahan!
Rapat koordinasi tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Kepala Disperkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin. Sadar bahwa urusan tanah raksasa ini sangat sensitif, Maddareski langsung mengunci pergerakan dengan menghadirkan tim agraria top mulai dari Kanwil ATR/BPN Sulbar, Kantor Pertanahan Mamuju, hingga otoritas bandara.
Maddareski memberikan instruksi keras agar koordinat batas tanah dibedah sejelas mungkin demi menghindari konflik dan masalah administrasi di kemudian hari.
“Sinergi antara Pemprov Sulbar, Kanwil ATR/BPN, Kantor Pertanahan Mamuju, serta pihak otoritas bandara diharapkan dapat meminimalkan kendala di lapangan, sehingga sisa kebutuhan lahan dapat diintegrasikan secara bertahap demi kelancaran pembangunan fisik bandara ke depan,” tegas Maddareski Salatin.
Pintu Gerbang Ekonomi Baru Sulbar Segera Terbuka
Langkah kilat pelepasan aset daerah ini sengaja diprioritaskan Pemprov Sulbar agar Kemenhub RI tidak punya alasan lagi untuk menunda kucuran dana APBN pusat.
Dengan status tanah yang bersih dan klir, Kemenhub diharapkan bisa langsung tancap gas melakukan perluasan runway, peningkatan kapasitas terminal penumpang, hingga modernisasi fasilitas navigasi udara.
Jika proyek ini rampung, Bandara Tampa Padang dipastikan menjadi urat nadi utama yang siap mendongkrak sektor pariwisata, mempermudah mobilitas masyarakat, dan melipatgandakan pertumbuhan ekonomi di bumi Malaqbi! (Rls)
Editor : Ammar







