Example 300250
DaerahPolewali MandarSosial Budaya

Tembus Kalender Nasional KEN 2026, Mandar Culture Festival Resmi Gebrak Sport Center Polman!

×

Tembus Kalender Nasional KEN 2026, Mandar Culture Festival Resmi Gebrak Sport Center Polman!

Sebarkan artikel ini

Polman, 8enam.com.-Kemeriahan dan pesona budaya Bumi Manakarra sukses mencuri perhatian nasional. Event tahunan kebanggaan lokal, Mandar Culture Festival 2026, resmi dibuka dengan megah di Sport Center Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa (19/05/2026).

​Spesialnya, festival tahun ini terasa jauh lebih bergengsi karena berhasil menembus daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI.

​Pembukaan pergelaran akbar ini diresmikan langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulbar, Ince Rachmad, mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

​Turut hadir mengawal jalannya acara, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, yang mendampingi Ketua Tim Wilayah Indonesia Timur Event Daerah Kemenpar RI, Joko Suharbowo.

​Agenda strategis ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang terus mendorong penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal guna memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif.

​Jadi Magnet Nasional, Budaya Mandar Naik Kelas

​Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas atensi besar yang diberikan oleh Kemenpar RI terhadap potensi wisata budaya di Sulawesi Barat.

​“Mandar Culture Festival adalah kebanggaan kita semua karena resmi dikurasi masuk dalam KEN 2026. Ini pembuktian bahwa adat dan budaya Mandar memiliki nilai jual serta daya tarik yang sangat kuat di panggung nasional. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari kementerian,” ujar Bau Akram di sela-sela acara.

​Pesta Rakyat yang Hidupkan Dompet UMKM dan Seniman Lokal

​Lebih dari sekadar ajang tontonan dan pelestarian adat, Bau Akram menegaskan bahwa kekuatan utama dari festival ini terletak pada pelibatan aktif masyarakat. Pihaknya sengaja mendesain event ini sebagai ruang pameran massal bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, hingga ratusan pelaku UMKM kuliner dan kerajinan.

​“Kami sangat bahagia karena masyarakat menjadi aktor utama, bukan penonton saja. UMKM dan pegiat seni diberi panggung luas untuk berkembang sehingga dampak perputaran ekonominya langsung dirasakan di kantong mereka hari ini,” urai Bau Akram.

​Ia menambahkan, kesuksesan pembukaan ini harus menjadi bahan bakar untuk terus mempromosikan pariwisata Sulbar ke level yang lebih tinggi lewat pemanfaatan platform digital.

​Pembukaan festival ini turut dihadiri oleh jajaran kepala daerah, di antaranya Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Mamuju Tengah, serta jajaran internal Dispoparekraf Sulbar seperti Kabid Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata, Abdi Yansya Hajrah.

​Ribuan pasang mata masyarakat yang memadati area Sport Center Polman menjadi bukti nyata tingginya gairah dan dukungan publik terhadap kebangkitan pariwisata Sulawesi Barat.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *