Majene, 8enam.com.-Upaya penguatan literasi di Sulawesi Barat terus dipacu melalui standarisasi layanan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, menghadiri langsung pembukaan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan tingkat Kabupaten Majene yang digelar di Aula Wisma Yumari, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menghadirkan perpustakaan yang dikelola secara profesional dan diakui secara nasional.
Optimalisasi DAK untuk Layanan Publik
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariyani Basharoe. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus Non-Fisik (DAK NF) yang dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan di wilayahnya.
”Saya bersyukur Majene mendapatkan DAK NF. Ini harus kita manfaatkan untuk meminimalisir inefisiensi dan memaksimalkan pelayanan literasi kepada masyarakat,” ungkap Andi Rita.
Evaluasi Ketat dan Kewajiban NPP
Wakil Bupati Majene menegaskan bahwa sosialisasi ini harus membuahkan hasil nyata. Ia berkomitmen untuk melakukan pemantauan langsung terhadap 50 unit perpustakaan yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.
”Saya akan melakukan evaluasi pasca-kegiatan. Targetnya, seluruh perpustakaan yang hadir hari ini segera memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebagai langkah awal menuju akreditasi,” tegas Wakil Bupati.
Visi Gubernur: Perpustakaan Sebagai Pusat Pembelajaran Modern
Senada dengan hal tersebut, Kadis Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menjelaskan bahwa langkah standarisasi ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Peningkatan kualitas SDM melalui penguatan budaya literasi menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Bumi Manakarra.
”Perpustakaan tidak boleh lagi sekadar tempat menyimpan buku. Sesuai arahan Gubernur, perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang modern, inklusif, dan berbasis standar nasional,” jelas Mustari Mula.
Fokus Dua Hari Sosialisasi
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (11-12 Mei 2026) ini akan menitikberatkan pada tiga poin utama:
- Pemahaman Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
- Prosedur dan mekanisme pengajuan akreditasi.
- Urgensi kepemilikan NPP bagi perpustakaan sekolah, desa, maupun instansi.
Dengan akreditasi yang terjamin, perpustakaan di Kabupaten Majene diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas, meningkatkan minat baca, serta menjadi indikator kemajuan pendidikan di daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan tersebut.
Editor: Ammar







