Example 300250
DaerahMamuju

Pimpin Apel Gabungan, Sekprov Junda Maulana : ASN Punya “Utang” Pengabdian yang Wajib Dibayar

×

Pimpin Apel Gabungan, Sekprov Junda Maulana : ASN Punya “Utang” Pengabdian yang Wajib Dibayar

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, memberikan arahan tegas saat memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Senin (11/05/2026). Mewakili arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK), Junda menekankan bahwa dedikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah bentuk pertanggungjawaban atas gaji yang diterima dari negara.

​Dengan gaya bicara yang lugas, Junda mengibaratkan gaji ASN sebagai sistem pembayaran di muka yang harus ditebus dengan kinerja nyata sepanjang bulan berjalan.

​“Kita ini ASN digaji di depan. Artinya, kita punya ‘utang’ kepada negara selama satu bulan. Dan utang itu hukumnya wajib dibayar melalui kerja dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Junda Maulana di hadapan ratusan peserta apel.

Fokus pada Substansi, Bukan Sekadar Absensi

​Junda mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam rutinitas kedisiplinan formalitas semata seperti kehadiran fisik, namun melupakan esensi dari pekerjaan itu sendiri. Menurutnya, energi ASN harus dialokasikan untuk menyelesaikan persoalan fundamental daerah.

​“Jangan sampai energi kita habis hanya untuk urusan disiplin dan absensi, tapi substansi masalah daerah terlupakan. Kita butuh akselerasi untuk mengejar target-target pembangunan,” ujarnya.

Tantangan Besar: Kemiskinan hingga Stunting

​Dalam kesempatan tersebut, Sekprov memaparkan sejumlah raport merah dan target ambisius yang harus dikejar oleh Pemprov Sulbar, di antaranya:

  • Kemiskinan: Saat ini berada di angka 10,18% (di atas rata-rata nasional). Target penurunan minimal 1% per tahun agar mencapai 5-6% pada 2030.
  • Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan meroket ke angka 8% dari posisi saat ini sebesar 5,36%.
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Berupaya mengejar angka 75 poin dari posisi saat ini di level 71.
  • Masalah Sosial: Penanganan stunting dan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius.

Panggilan untuk Generasi Masa Depan

​Mengakhiri arahannya, Junda Maulana mengajak seluruh jajaran untuk mengubah pola pikir dan lebih bertanggung jawab terhadap kondisi daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang.

​“Ayo kita berubah. Bertanggung jawablah dengan apa yang dihadapi daerah kita. Ini bukan untuk kepentingan pribadi kita, tapi untuk masa depan daerah, anak-anak kita, dan generasi Sulawesi Barat ke depan,” tutup Junda.

​Apel gabungan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada hasil nyata demi mewujudkan visi besar Gubernur Suhardi Duka.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *