Example 300250
DaerahMamujuSosial Budaya

Syukuran Usia ke-64, Gubernur Suhardi Duka Gelar Dzikir Bersama : Momentum Introspeksi dan Syukur Nikmat

×

Syukuran Usia ke-64, Gubernur Suhardi Duka Gelar Dzikir Bersama : Momentum Introspeksi dan Syukur Nikmat

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Suasana khidmat menyelimuti Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat pada Minggu malam (10/05/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar dzikir dan doa bersama yang dirangkaikan dengan syukuran hari ulang tahun ke-64 Gubernur Suhardi Duka (SDK).

​Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, jajaran Asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga pejabat administrator di lingkup Pemprov Sulbar.

Refleksi Kehidupan dan Pertobatan

​Acara diawali dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir yang dipimpin oleh KH. Abdul Syahid Rasyid. Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri.

​SDK menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga pertobatan dan pemahaman akan tujuan hidup menjadi sangat penting.

​“Sebaiknya kita mengetahui dari mana kita datang, kemudian kita juga harus memahami ke mana kita pergi. Tidak ada manusia yang suci, pasti ada khilaf dan salah, olehnya itu kita harus selalu bertobat,” ujar Suhardi Duka dengan nada rendah hati.

Wujud Syukur atas Amanah dan Usia

​Bagi Gubernur Sulbar dua periode ini, dzikir bersama adalah bentuk apresiasi spiritual atas nikmat kesehatan, usia, serta amanah jabatan yang masih dipercayakan kepadanya untuk memimpin Sulawesi Barat.

​“Malam ini kita berdzikir bersama untuk mensyukuri nikmat yang telah didapat; nikmat hidup, nikmat jabatan, dan nikmat usia,” tambahnya.

Menjadi Pribadi yang Lebih Bermanfaat

​Di usia yang kini menginjak 64 tahun, SDK menyampaikan harapan agar sisa usianya dapat didedikasikan sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat. Ia berkelakar sekaligus memberi pesan mendalam kepada jajarannya mengenai konsistensi dalam berbuat baik.

​“Kita berdoa supaya di sisa usia bisa lebih bermanfaat. Mungkin kalau sebelumnya di usia terdahulu kita masih ‘belok-belok’, maka di usia sekarang ini harus ‘lurus-lurus’ saja menuju akhir yang husnul khatimah,” pesannya disambut hangat para tamu.

​Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Muhammad Abi Ihyah yang memberikan bekal spiritual mengenai pentingnya memperbaiki diri. Acara ditutup dengan shalat Isya berjamaah dan santap malam bersama, mempererat silaturahmi antar-pimpinan perangkat daerah dalam suasana yang kekeluargaan.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *