Mamuju, 8enam.com.-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat resmi melepas Tim Reaksi Cepat (TRC) dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Pelepasan ini dilakukan dalam rangka persiapan Gladi Kesiapsiagaan Bencana yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 Mei 2026.
Kegiatan pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, di halaman Kantor BPBD Sulbar, Minggu (03/05/2026).
Instruksi Gubernur: Siaga dan Responsif
Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.
“Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Suhardi Duka agar seluruh jajaran BPBD selalu siap siaga, responsif, dan mampu bekerja secara cepat serta terkoordinasi. Profesionalisme dalam setiap tahapan gladi adalah harga mati untuk menyelamatkan nyawa masyarakat nantinya,” tegas Yasir Fattah.
Uji Koordinasi Lintas Sektor
Gladi kesiapsiagaan di Polman bertujuan untuk menguji kapasitas personel serta efektivitas koordinasi lintas sektor. Yasir menjelaskan bahwa tim yang diberangkatkan tidak hanya membawa diri, tetapi juga membawa berbagai peralatan teknis yang akan diuji fungsionalitasnya di lapangan.
Poin utama dari keberangkatan tim ini meliputi:
- Persiapan Teknis: Melakukan simulasi koordinasi lapangan sebelum acara puncak gladi dimulai.
- Pengecekan Alutsista: Memastikan seluruh peralatan pendukung evakuasi dan komunikasi dalam kondisi prima.
- Sinergi Daerah: Memperkuat kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Polman dan instansi terkait lainnya.
Membangun Budaya Sadar Bencana
Yasir Fattah berharap, melalui gladi yang dilaksanakan selama empat hari ke depan, para personel TRC semakin tangguh dan memiliki insting respons yang tajam. Menurutnya, kesuksesan penanggulangan bencana ditentukan dari seberapa sering dan matangnya persiapan dilakukan di masa tenang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap personel paham tugasnya masing-masing. Gladi ini adalah cerminan dari kesiapan kita jika sewaktu-waktu bencana nyata terjadi,” pungkasnya.
Keberangkatan tim menuju Polman ini menandai dimulainya rangkaian penguatan mitigasi bencana di Sulawesi Barat, khususnya dalam menghadapi potensi risiko di wilayah pesisir dan pegunungan Polewali Mandar.
Editor: Ammar







