Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memberikan arahan tegas dalam apel virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (04/05/2026). Di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang tidak menentu, Gubernur menekankan urgensi efisiensi anggaran serta menuntut profesionalisme tinggi dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Gubernur mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan hebat dengan estimasi kekurangan pendapatan mencapai Rp67 miliar, terutama dari sektor pajak rokok dan transfer pusat.
Efisiensi Bukan Pilihan, Tapi Keharusan
Menyikapi penurunan pendapatan daerah, Gubernur SDK menginstruksikan seluruh jajaran untuk bekerja lebih rasional. Ia menegaskan bahwa setiap program yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat harus dipangkas, meskipun sudah tercantum dalam APBD.
”Penerimaan APBD semakin menurun, utamanya di sektor PAD. Pajak rokok dan pajak APBN itu kurang lebih kurang Rp67 miliar. Kita harus efisiensi lagi. Program yang tidak memberi manfaat nyata bagi rakyat, jangan dijalankan,” tegas Suhardi Duka.
Larang Pungutan Iuran Sekolah
Satu hal yang menjadi sorotan tajam Gubernur adalah praktik pungutan di lingkungan pendidikan. Secara eksplisit, ia melarang sekolah-sekolah melakukan penarikan iuran kepada orang tua murid, apa pun alasannya.
”Saya tegaskan, dilarang melakukan penarikan iuran kepada orang tua murid, meskipun itu berdasarkan kesepakatan. Kita harus meringankan beban masyarakat, bukan malah menambahnya,” ujarnya.
ASN di Bawah Mikroskop Publik
Gubernur juga mengingatkan bahwa di era digital, setiap tindakan ASN berada di bawah pengawasan ketat masyarakat. Satu kesalahan kecil dalam pelayanan atau sikap yang tidak etis bisa dengan mudah menjadi viral dan merusak citra institusi.
Ia meminta ASN untuk:
- Menghindari Persepsi Negatif: Berhati-hati dalam bersikap dan tidak memperlambat layanan.
- Menjaga Loyalitas: Menyelesaikan masalah internal secara organisasi, bukan justru memperkeruh suasana di ruang publik.
- Fokus pada Output: Tetap konsisten pada target pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran.
Mendahulukan Kepentingan Umum
Menutup arahannya, Gubernur SDK mengajak seluruh aparatur untuk kembali ke nilai dasar ASN, yakni mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Integritas dan profesionalisme disebutnya sebagai modal utama untuk membawa Sulawesi Barat keluar dari tantangan fiskal yang ada.
”Situasi saat ini tidak normal. Kita butuh cara kerja yang tidak biasa pula. Tetap fokus melayani masyarakat dengan maksimal dan jaga kepercayaan yang telah diberikan publik kepada kita,” pungkasnya.
Editor: Ammar







