Mamuju, 8enam.com.-Maraknya gelombang penipuan digital yang semakin canggih dan beragam mendorong Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat untuk memperketat benteng literasi publik. Masyarakat kini diminta lebih waspada dan memanfaatkan kanal resmi SP4N-LAPOR! sebagai alat perlindungan diri sekaligus saluran pengaduan.
Langkah ini diambil menyusul beragamnya modus penipuan yang kini merambah pesan singkat, media sosial, hingga telepon yang mengatasnamakan instansi resmi, termasuk belajar dari kasus penipuan rekrutmen CPNS yang baru-baru ini terjadi.
Kenali Pola, Hindari Jebakan Digital
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengungkapkan bahwa para pelaku penipuan seringkali meniru identitas pejabat atau lembaga pemerintah untuk mengelabui korban. Modus yang digunakan mulai dari iming-iming hadiah, permintaan data pribadi (phishing), hingga tawaran pekerjaan palsu.
”Masyarakat harus sigap mengenali pola-pola ini. Jangan mudah terperdaya oleh akun atau nomor palsu yang meniru lembaga pemerintah. Pastikan selalu merujuk pada kanal informasi valid,” ujar Ridwan.
SP4N-LAPOR! : Solusi Pengaduan Cepat dan Tepat
Sebagai bagian dari misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, KominfoSS mengoptimalkan penggunaan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).
Kanal ini menjamin setiap laporan masyarakat—termasuk indikasi penipuan digital yang berkaitan dengan layanan pemerintah—disalurkan kepada pihak berwenang secara terkoordinasi.
- Sederhana & Cepat: Proses pelaporan yang mudah diakses.
- Tuntas: Setiap laporan dikelola hingga mendapatkan penyelesaian.
- Terintegrasi: Terhubung langsung dengan penyelenggara pelayanan publik terkait.
Edukasi Hingga Lapisan Terbawah melalui KIM
Selain penguatan sistem, KominfoSS Sulbar juga menggerakkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda terdepan literasi digital. KIM bertugas menjangkau komunitas hingga lapisan paling bawah untuk menyebarluaskan pesan kewaspadaan.
”Melalui peran KIM, kami ingin literasi digital ini sampai ke akar rumput. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas dan sulit ditembus oleh upaya penipuan online,” tambah Ridwan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus menjaga keamanan ruang digital bagi warganya, sekaligus memastikan setiap suara dan keluhan masyarakat tertangani melalui sistem yang transparan dan akuntabel.
Editor: Ammar







