Mamuju, 8enam.com.-RSUD Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini ditandai dengan diterimanya kunjungan supervisi dari Asisten Deputi Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan beserta tim analis jaminan kesehatan di RSUD Sulbar, Rabu (08/04/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Deputi BPJS Kesehatan Analis JPK, dr. Lesti Mufliha, guna memastikan kualitas layanan kesehatan berjalan optimal, transparan, dan sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan.
Transformasi Digital: Dari Sidik Jari ke Verifikasi Wajah
Salah satu poin strategis yang dihasilkan dalam supervisi ini adalah saran pembaruan sistem pendaftaran. Tim BPJS Kesehatan mendorong RSUD Sulbar untuk mulai menerapkan metode verifikasi wajah (face recognition) pada sistem antrean online.
Teknologi ini dinilai jauh lebih akurat dan higienis dibandingkan dengan sistem pemindaian sidik jari (fingerprint). Transformasi ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi pasien saat tiba di rumah sakit, sehingga waktu tunggu dapat dipangkas secara signifikan.
Percepatan Fasilitas Radioterapi dan MRI
Tim supervisi meninjau langsung sejumlah unit vital, termasuk layanan radioterapi dan fasilitas MRI. BPJS Kesehatan memberikan masukan agar manajemen RSUD segera melengkapi perizinan dan sarana pendukung lainnya supaya layanan kanker (radioterapi) dapat segera beroperasi secara penuh bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Selain aspek medis, kenyamanan fisik pasien juga menjadi sorotan.
- Fasilitas Umum: Penambahan kursi di ruang tunggu disarankan untuk mengakomodasi volume pasien yang terus meningkat.
- Kebersihan: Tim memastikan lingkungan rumah sakit tetap terjaga higienitasnya sebagai standar utama pelayanan dasar.
- Administrasi Klaim: Untuk layanan kemoterapi, disarankan penyusunan berkas dua rangkap guna memperlancar proses klaim tanpa kendala administratif.
Selaras dengan Panca Daya Gubernur
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menyambut baik evaluasi menyeluruh ini. Menurutnya, supervisi ini sangat relevan dengan visi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas dan akuntabel.
”Kami menjadikan supervisi ini sebagai momentum evaluasi besar. Seluruh masukan, mulai dari teknologi verifikasi wajah hingga peningkatan fasilitas ruang tunggu, akan menjadi prioritas perbaikan kami demi memberikan pelayanan yang prima, cepat, dan tepat kepada warga Sulawesi Barat,” tegas dr. Musadri.
Melalui sinergi bersama BPJS Kesehatan, RSUD Sulbar berkomitmen untuk terus berbenah diri menjadi rumah sakit rujukan yang modern, responsif terhadap kebutuhan pasien, dan unggul dalam tata kelola jaminan kesehatan di Bumi Manakarra.
Editor: Ammar







