Mamuju, 8enam.com.-Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memberikan suntikan semangat sekaligus instruksi tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, Junda menegaskan bahwa visi “Maju dan Sejahtera” tidak boleh jalan di tempat.
Pesan kuat ini disampaikan Junda saat memimpin Apel Virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada Senin (06/04/2026).
Fokus pada “Tiga Raksasa” Masalah Daerah
Junda Maulana mengingatkan bahwa keterbatasan ruang gerak anggaran tidak boleh menjadi pembenaran untuk melambat. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk tetap fokus pada tiga indikator utama pembangunan di Sulbar:
-
- Penurunan Angka Kemiskinan: Program harus tepat sasaran ke kantong-kantong masyarakat rentan.
- Penanganan Stunting: Intervensi kesehatan yang masif dan berkelanjutan.
- Peningkatan IPM: Menggenjot kualitas pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat.
”Anggaran terbatas bukan alasan untuk tidak berinovasi. Seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama agar target pembangunan tetap tercapai sesuai rencana,” tegas Junda.
Pesan Gubernur: Program Rakyat Tak Boleh Berhenti
Meneruskan pesan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Junda meminta setiap OPD untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. Ia menekankan pentingnya skala prioritas, di mana program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat harus tetap berjalan di atas segalanya.
Ia juga menyoroti fenomena “ego sektoral” yang terkadang masih muncul di lingkungan pemerintahan.
”Jangan berjalan sendiri-sendiri. Di tengah keterbatasan ini, kita butuh saling dukung. Kuncinya ada di kekompakan dan keseriusan. Jika itu terjaga, target sesulit apa pun tetap bisa kita kejar,” tambahnya.
Strategi Kolaboratif di Tengah Tekanan Fiskal
Melalui arahan ini, Sekda berharap seluruh ASN di Sulawesi Barat mampu mengubah pola pikir dari budget-oriented (berorientasi anggaran) menjadi result-oriented (berorientasi hasil).
Dengan kolaborasi antar-OPD yang solid, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis hasil pembangunan akan tetap terasa nyata oleh masyarakat, meski harus menavigasi tantangan keuangan yang ada.
Editor: Ammar







