Mamuju, 8enam.com.-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) membuktikan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Meskipun sebagian aparatur mulai menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA), layanan perpustakaan fisik bagi masyarakat dipastikan tetap beroperasi secara normal dan optimal, Senin (16/3/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat tetap terjamin, sekaligus mengimplementasikan visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam memperkuat budaya literasi sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul di Sulawesi Barat.
Pelayanan Tetap Jadi Prioritas Utama
Di ruang layanan, petugas perpustakaan tetap siaga menyambut para pemustaka yang datang untuk memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari peminjaman buku, akses ruang baca yang nyaman, hingga penelusuran koleksi koleksi referensi lainnya.
Koordinator layanan yang bertugas, Mercy Sriwasty, menegaskan bahwa sistem kerja fleksibel bagi pegawai tidak sedikit pun mengurangi standar pelayanan kepada masyarakat.
“Walaupun saat ini diberlakukan sistem WFA bagi sebagian pegawai, layanan perpustakaan tetap berjalan seperti biasa. Kami memastikan masyarakat yang datang tetap mendapatkan pelayanan literasi dengan kualitas terbaik,” tegas Mercy Sriwasty.
Perpustakaan Sebagai Pusat Pengetahuan Inklusif
Kehadiran petugas layanan di kantor merupakan bentuk tanggung jawab Perpusip Sulbar dalam menjaga akses pengetahuan yang inklusif. Menurut Mercy, perpustakaan memiliki peran vital sebagai pusat informasi dan pembelajaran yang harus selalu tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat dalam kondisi apa pun.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pelayanan perpustakaan yang profesional dan mudah diakses. Perpustakaan harus tetap hadir di tengah masyarakat sebagai ruang belajar yang bermanfaat,” tambahnya.
Melalui kesiagaan ini, Perpusip Sulbar mengajak masyarakat, pelajar, dan mahasiswa untuk tetap memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia. Konsistensi pelayanan ini diharapkan dapat terus memupuk minat baca warga Sulawesi Barat meski di tengah masa transisi kebijakan kerja pemerintahan. (Rls)







