Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat sinergi bersama Inspektorat Daerah guna mematangkan teknis pendampingan pengelolaan anggaran tahun berjalan. Pertemuan intensif ini digelar di Kantor KONI Sulbar (Kantor Sementara Dispoparekraf), Senin (23/2/2026).
Langkah proaktif ini merupakan instruksi langsung Kepala Dispoparekraf Sulbar untuk memastikan seluruh program kerja linear dengan misi kelima Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Fokus Utama : Penataan Administrasi Hibah
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi dan Pembudayaan Olahraga, Agus, menjelaskan bahwa fokus utama pendampingan kali ini adalah standarisasi dokumen hibah. Hal ini krusial untuk menghindari potensi kesalahan prosedural yang dapat berimplikasi hukum di kemudian hari.
”Kami sedang merapikan seluruh instrumen administrasi, mulai dari proposal, SK Tim Verifikasi, Nota Pertimbangan, hingga Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Segala kebutuhan ini dikomunikasikan secara intensif dengan Inspektorat agar sesuai dengan regulasi terbaru,” ungkap Agus.
Pendampingan Melekat pada Proyek Strategis
Selain dana hibah, pendampingan juga difokuskan pada kegiatan pembangunan fisik berskala besar. Disepakati bahwa Inspektorat akan melakukan pendampingan melekat ( assurance ) sejak tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa keterlibatan Inspektorat adalah bentuk komitmen dinas untuk bekerja secara profesional tanpa celah kesalahan.
“Pendampingan ini bukan sekadar formalitas. Kami secara terbuka meminta Inspektorat mengawal kegiatan besar agar setiap rupiah anggaran dikelola secara akuntabel. Kami ingin tertib administrasi sejak awal agar tidak ada celah kesalahan,” tegas Bau Akram.
Optimalisasi Tata Kelola Anggaran
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas belanja daerah pada sektor kepemudaan dan pariwisata. Dengan adanya “pengawalan” dari Inspektorat, Dispoparekraf optimis program-program strategis dapat terlaksana lebih efektif, tepat sasaran, dan memenuhi standar kepatuhan yang tinggi.
Melalui pendampingan teknis ini, Pemprov Sulbar kembali menunjukkan komitmennya bahwa pelayanan publik di bidang olahraga dan ekonomi kreatif harus ditopang oleh sistem keuangan yang sehat dan transparan. (Rls)







