Pasangkayu, 8enam.com.-Transformasi digital di sektor kesehatan Sulawesi Barat kini melangkah ke tahap kemandirian. Puskesmas Pasangkayu secara resmi telah menyiapkan alokasi anggaran langganan internet untuk tahun 2026 sebagai langkah konkret menjaga keberlanjutan jaringan program SULBAR Digital yang telah memberikan dampak signifikan pada kualitas pelayanan.
Kehadiran internet berkecepatan tinggi di puskesmas tersebut terbukti menjadi “nadi” utama bagi efisiensi pekerjaan para tenaga kesehatan di lapangan.
Efisiensi Layanan Lewat Digitalisasi
Kepala Puskesmas Pasangkayu, Anjas, mengungkapkan bahwa hampir seluruh aspek operasional saat ini sudah bergantung pada aplikasi berbasis daring. Tanpa dukungan internet yang stabil, proses administrasi hingga pelaporan medis akan mengalami stagnasi.
“Bantuan jaringan SULBAR Digital sangat membantu layanan administrasi kami. Saat ini banyak aplikasi kesehatan yang digunakan untuk efisiensi pekerjaan. Jika jaringan lambat, pelayanan otomatis terhambat. Dengan koneksi ini, waktu tunggu pasien bisa kita tekan seminimal mungkin,” jelas Anjas.
Komitmen Keberlanjutan dan Pengembangan
Pihak manajemen puskesmas menyadari bahwa infrastruktur digital merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, anggaran pembayaran langganan tahun 2026 menjadi prioritas agar layanan tidak terputus.
Selain memastikan kelangsungan langganan, Puskesmas Pasangkayu juga berencana melakukan pengembangan internal berupa:
- Perluasan Jangkauan: Menambah perangkat untuk memperluas area WiFi di seluruh titik layanan pasien.
- Konsultasi Teknis: Meminta pendampingan dari Dinas KominfoSS Sulbar untuk memastikan pemasangan perangkat tambahan sesuai standar teknis.
Fondasi Panca Daya SDK-JSM
Keberhasilan integrasi digital di Puskesmas Pasangkayu merupakan bukti nyata dari visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan mendiang Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) melalui konsep Panca Daya. Program SULBAR Digital dirancang bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan stimulan bagi instansi daerah untuk berakselerasi di era digital.
Dengan dukungan teknis yang berkelanjutan dari Pemprov Sulbar, diharapkan puskesmas di seluruh kabupaten dapat mengikuti jejak Pasangkayu dalam mengintegrasikan teknologi guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan akuntabel bagi masyarakat. (Rls)







