Mamuju, 8enam.com.-Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSP) Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan strategi komunikasi publik guna memastikan aspirasi masyarakat terkelola dengan baik. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas KominfoSP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, saat memberikan arahan strategis kepada jajaran Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) di Mamuju, Selasa (10/3/2026).
Fokus utama dalam penguatan ini adalah optimalisasi aplikasi LAPOR! sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat, serta pemenuhan berbagai indikator pembangunan komunikasi nasional.
Digitalisasi Aduan untuk Pelayanan Responsif
Ridwan menekankan bahwa aplikasi LAPOR! harus menjadi jembatan utama yang menghubungkan warga dengan pemerintah. Melalui platform ini, setiap laporan atau aspirasi masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Pemanfaatan aplikasi LAPOR! adalah bagian dari komitmen Gubernur Suhardi Duka (SDK) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi. Kita ingin masyarakat merasa didengar dan mendapatkan respons yang terukur dari pemerintah,” ujar Ridwan Djafar.
Mengejar Capaian Indeks Pembangunan Komunikasi
Selain urusan pengaduan, KominfoSP juga tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai evaluasi nasional. Ridwan menginstruksikan timnya untuk fokus pada penguatan tata kelola informasi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Komisi Informasi (KI) Pusat maupun Daerah.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Komunikasi yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setiap tahunnya sebagai tolok ukur efektivitas penyebaran informasi pembangunan.
”Kita sedang bersiap untuk monev PPID, monev aplikasi LAPOR!, hingga menghadapi penilaian indeks komunikasi pembangunan manusia oleh Komdigi. Semua ini membutuhkan strategi komunikasi yang terencana agar program pemerintah benar-benar dipahami luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Membangun Komunikasi Dua Arah
Ridwan berharap Bidang KIP dapat bertransformasi menjadi motor penggerak dalam mengelola informasi publik yang edukatif sekaligus membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Dengan keterbukaan informasi yang lebih baik, diharapkan partisipasi publik dalam pembangunan Sulawesi Barat akan semakin meningkat. (Rls)







