Example 300250
DaerahMamuju

Terobosan Layanan Kesehatan : Pemprov Sulbar Luncurkan Pilot Project Pos Rujukan Stunting di RSUD Mamuju, Tangani Kasus Krusial Lebih Efektif

×

Terobosan Layanan Kesehatan : Pemprov Sulbar Luncurkan Pilot Project Pos Rujukan Stunting di RSUD Mamuju, Tangani Kasus Krusial Lebih Efektif

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah maju dalam penanganan gizi buruk dan stunting.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) untuk meresmikan rencana penyediaan Pos Rujukan Penanganan Stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, yang akan menjadi proyek percontohan bagi seluruh kabupaten.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda, Lantai 2 Kantor Gubernur pada Rabu, 3 Desember 2025, ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan BKKBN Sulbar, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Direktur RSUD Mamuju, Tim Pastipadu Sulbar, dan Tim Koordinasi Taki Asuh Stunting Mamuju.

Sekda Junda Maulana menjelaskan bahwa inti dari pertemuan ini adalah pembentukan sebuah pusat layanan khusus yang akan menjadi titik rujukan vital.

“Apa yang kita bahas adalah membangun sebuah pusat layanan, semacam unit care stunting, yang menjadi tempat untuk melayani dan menangani anak-anak stunting,” ujar Junda Maulana.

Ia menegaskan, terobosan ini penting untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis rujukan. Selama ini, upaya penanggulangan stunting dominan pada pendekatan pencegahan. Namun, masih banyak anak yang sudah telanjur mengalami stunting dan membutuhkan penanganan medis intensif.

“Dalam pencegahan itu, ada anak-anak yang sudah terkena stunting. Mereka membutuhkan perawatan. Inilah ruang yang kita siapkan, agar mereka bisa dirujuk dan mendapat penanganan,” jelasnya.

RSUD Mamuju Jadi Percontohan dan Akan Direplikasi

Kabupaten Mamuju terpilih sebagai lokasi pilot project tahap awal. Direktur RSUD Mamuju telah menyatakan kesiapan fasilitas dan layanan untuk menjadi pusat rujukan stunting pertama di Sulbar.

“Sebetulnya layanan ini sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita mengemasnya sebagai pusat layanan yang utuh. Jika berhasil, dan insyaallah kita launching tanggal 22 nanti, maka ini akan kita replikasi ke kabupaten-kabupaten lain,” kata Sekda Junda Maulana.

Pemprov Sulbar berkomitmen memberikan dukungan penuh agar kabupaten lain dapat segera menyiapkan layanan serupa di rumah sakit masing-masing.

Dengan hadirnya Pos Rujukan Penanganan Stunting di RSUD Mamuju, diharapkan penanganan kasus stunting dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi. Langkah ini menjadi strategi krusial untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan mengurangi angka stunting secara signifikan di Provinsi Sulawesi Barat, sejalan dengan harapan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

“Ini langkah baik dalam penanggulangan stunting di Sulbar. Dengan rujukan langsung ke rumah sakit, penanganan akan lebih dekat dan lebih efektif,” tutup Junda Maulana. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *