Mamuju, 8enam.com.-Upaya peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat angin segar. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar secara resmi menerima permohonan hibah lahan untuk pembangunan Kantor Wilayah (Kanwil) Haji dan Umrah Sulbar.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Perkimtanhub Sulbar pada Senin (30/3), di mana Kepala Dinas Perkimtanhub, Maddareski Salatin, menyambut langsung Kepala Kanwil Haji dan Umrah Sulbar, Ahmad Barambangy.
Komitmen Dukung Pelayanan Dasar
Maddareski Salatin menegaskan bahwa pihak Pemerintah Provinsi sangat mendukung rencana ini. Menurutnya, keberadaan kantor representatif bagi urusan haji dan umrah sangat krusial bagi masyarakat Sulbar.
”Kami pada prinsipnya siap mendukung. Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji dan umrah. Namun, tentu semua harus melalui mekanisme dan regulasi yang berlaku agar tetap akuntabel,” ujar Maddareski.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi warga.
Tahapan Verifikasi dan Lokasi Lahan
Kepala Bidang Pertanahan Disperkimtanhub Sulbar, Fauzan, membeberkan bahwa lahan yang direncanakan untuk dihibahkan berlokasi di daerah Tadui.
Untuk memastikan kesesuaian lahan dengan kebutuhan pembangunan, tim teknis akan segera bergerak ke lapangan. Beberapa poin penting dalam proses ini antara lain:
- Verifikasi Administrasi: Memastikan seluruh dokumen pendukung sesuai aturan.
- Peninjauan Lapangan: Tim gabungan akan mengecek kelayakan lokasi di Tadui dalam waktu dekat.
- Sinkronisasi Teknis: Memastikan luas dan kondisi geografis lahan memadai untuk gedung perkantoran.
Apresiasi dari Kanwil Haji dan Umrah
Di sisi lain, Ahmad Barambangy menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dan positif dari jajaran Pemprov Sulbar. Ia berharap proses hibah ini dapat berjalan lancar sehingga pembangunan fisik gedung bisa segera dimulai demi kenyamanan jemaah di masa mendatang. (Rls)







