Mamuju, 8enam.com.-Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan progres signifikan di awal tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, angka penemuan kasus per Februari 2026 mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini menandai menguatnya sistem deteksi dini di tingkat akar rumput, di mana dua kabupaten yakni Mamuju dan Majene telah berhasil melampaui target capaian nasional.
Majene Catat Lonjakan Tertinggi
Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 595 kasus berhasil ditemukan dari total estimasi 4.357 kasus tahunan (13,7%). Angka ini hampir menyentuh target bulanan nasional sebesar 15 persen. Kabupaten Majene menjadi sorotan utama dengan lonjakan penemuan kasus mencapai 44 persen, disusul Polewali Mandar (13%) dan Mamuju (10%).
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menjelaskan bahwa tingginya angka penemuan kasus bukanlah hal negatif, melainkan indikator keberhasilan pelacakan.
“Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin cepat mata rantai penularan kita putus melalui pengobatan rutin. Ini membuktikan bahwa upaya skrining dan pelacakan kasus di lapangan kini jauh lebih optimal dibandingkan tahun lalu,” ujar dr. Nursyamsi.
Sinergi Panca Daya dan Prioritas Nasional
Penguatan penanganan TBC di Sulawesi Barat merupakan implementasi nyata dari visi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan berkarakter. Program ini juga selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Meskipun menunjukkan tren positif secara provinsi, Pemprov Sulbar tetap memberikan atensi khusus bagi wilayah yang mengalami penurunan angka penemuan kasus seperti Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.
Evaluasi dan Penguatan Skrining Aktif
DKPPKB Sulbar berkomitmen untuk terus memperkuat strategi penemuan kasus aktif (active case finding) di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Fokus ke depan adalah memastikan setiap pasien yang telah ditemukan mendapatkan pendampingan pengobatan hingga dinyatakan sembuh total.
“Kami akan terus mendorong koordinasi lintas sektor agar eliminasi TBC di Sulawesi Barat dapat tercapai secara bertahap, demi mewujudkan masyarakat yang lebih produktif,” tutup dr. Nursyamsi. (Rls)







