Example 300250
DaerahMamuju

Sinergi DKPPKB dan RSUD Sulbar: Pastikan Stok Darah Aman dan Pelayanan Lebih Responsif

×

Sinergi DKPPKB dan RSUD Sulbar: Pastikan Stok Darah Aman dan Pelayanan Lebih Responsif

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kecepatan distribusi darah menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien, khususnya dalam situasi kegawatdaruratan. Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pengelola Darah resmi memperkuat kerja sama dengan RSUD Provinsi Sulawesi Barat.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di ruang rapat RSUD Sulbar, Senin (06/04/2026). Sinergi ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan darah yang aman, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien.

Pangkas Kendala Teknis di Lapangan

​Kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Kedua belah pihak langsung melakukan pembahasan mendalam terkait teknis operasional, mulai dari standar penyimpanan, pengelolaan data stok, hingga pola distribusi darah yang lebih efisien agar mampu merespons kebutuhan tindakan medis secara cepat.

​Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit.

​“Dengan kolaborasi ini, kami berharap kebutuhan darah pasien bisa terpenuhi lebih optimal. Pelayanan menjadi lebih cepat dan yang terpenting adalah tetap mengutamakan keselamatan pasien,” tegas dr. Musadri.

Dukungan Standar Pelayanan Tinggi

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan UPTD Pengelola Darah DKPPKB Sulbar, Ida Supiani, menegaskan komitmennya untuk menyuplai kebutuhan darah yang telah melalui proses skrining ketat sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

​Di tempat terpisah, Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Hj. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa kuatnya koordinasi antar-fasilitas kesehatan adalah kunci utama keberhasilan sistem kesehatan daerah.

​“Sinergi ini penting untuk memastikan sistem pelayanan kesehatan kita semakin responsif dan berkualitas. Kita ingin kendala distribusi di lapangan bisa diminimalkan melalui koordinasi yang solid,” ujar dr. Nursyamsi.

Sistem Kesehatan yang Lebih Tangguh

​Melalui penguatan PKS ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis pengelolaan darah akan berjalan lebih efektif. Integrasi antara unit pengelola darah dan rumah sakit rujukan utama ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis mendesak di Bumi Manakarra.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *