Mamuju, 8enam.com.-Keamanan wilayah dan kesiapsiagaan bencana merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun stabilitas daerah. Menyadari hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat turut ambil bagian dalam kegiatan Asistensi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang diinisiasi oleh Polda Sulbar di Aula Wisma Mala’bi, Mamuju, Senin (9/2/2026).
Langkah kolaboratif ini merupakan implementasi nyata dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga kondusivitas daerah serta membangun masyarakat yang tangguh menghadapi risiko.
Kamtibmas Kondusif, Penanganan Bencana Lebih Efektif
Kegiatan yang dipimpin oleh Dir Binmas Polda Sulbar, Prasetya Sejati, ini menghadirkan BPBD Sulbar sebagai mitra strategis dalam memberikan pembekalan terkait mitigasi bencana berbasis komunitas. Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sulbar, Inaldy LS Silang, menegaskan bahwa ketertiban masyarakat adalah kunci kecepatan respons saat terjadi darurat bencana.
“Kondisi sosial yang terorganisir melalui FKPM akan sangat mempermudah proses evakuasi dan distribusi bantuan. Jika masyarakat tertib dan memiliki kesadaran risiko, maka fatalitas akibat bencana dapat kita minimalisir bersama,” terang Inaldy dalam paparannya.
Membangun Masyarakat Tangguh (Resilient Community)
Di tempat terpisah, Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan bahwa sinergi dengan kepolisian melalui forum kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi kebencanaan hingga ke tingkat akar rumput.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Kolaborasi dengan Polda Sulbar memastikan bahwa masyarakat kita tidak hanya aman dari gangguan Kamtibmas, tetapi juga siap siaga dan tangguh menghadapi ancaman bencana alam,” ujar Yasir Fattah.
Komunikasi Solid, Lingkungan Siaga
Melalui asistensi ini, BPBD Sulbar berharap anggota FKPM dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing—menjadi mata dan telinga bagi kepolisian dalam aspek keamanan, sekaligus menjadi penggerak kesiapsiagaan saat bencana datang.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif di Sulawesi Barat, di mana setiap warga memiliki kapasitas untuk melindungi diri dan sesamanya dari berbagai bentuk risiko. (Rls)







