Example 300250
DaerahMamuju

Siaga Wabah, Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Susun Rencana Kontinjensi

×

Siaga Wabah, Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Susun Rencana Kontinjensi

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Kabupaten Mamuju, bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dan Kementerian Kesehatan RI, tengah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) untuk Penanggulangan Wabah Penyakit Infeksi Emerging. Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif guna memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan daerah dalam menghadapi potensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM).

​Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 September 2025 ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Kemenag, BPBD, TNI/Polri, hingga perwakilan rumah sakit dan Balai Karantina Kesehatan.

Belajar dari Pengalaman COVID-19

​Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penyusunan Renkon ini adalah bukti komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar dalam memperkuat ketahanan kesehatan. “Belajar dari pandemi COVID-19, kita harus memiliki rencana yang sistematis agar lebih siap menghadapi potensi wabah di masa mendatang. Dokumen ini akan menjadi pedoman bersama dalam pencegahan, respons, hingga pemulihan,” jelasnya.

​Senada dengan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Indahwati Nursyamsi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kesiapsiagaan tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Butuh keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Pelayanan Kesehatan yang Lebih Siap dan Tangguh

​Penyusunan dokumen ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. Dengan adanya Renkon, pelayanan di bidang kesehatan diharapkan semakin siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan wabah penyakit menular.

​Dokumen ini ditargetkan rampung pada November 2025, mencakup skenario penanganan wabah, peta risiko kesehatan, dan strategi perlindungan masyarakat. Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari DIPA APBN melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI.

​Dengan adanya Rencana Kontinjensi, Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar optimis dapat meningkatkan koordinasi dan perlindungan masyarakat dari ancaman penyakit infeksi emerging di wilayah mereka. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *