
Mamuju, 8enam.com.-Mengawali pekan pertama tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat langsung memperkuat barisan internal. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, memimpin rapat koordinasi (rakor) khusus untuk memantapkan kesiapsiagaan personel, Senin (05/01/2026).
Langkah ini merupakan instruksi langsung guna menyelaraskan gerak OPD dengan arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK) yang menuntut birokrasi bekerja cerdas dan responsif, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca di awal tahun.
Respons Cepat adalah Prioritas Utama
Dalam rapat yang dihadiri oleh jajaran Kepala Bidang dan seluruh Pejabat Fungsional tersebut, Yasir Fattah menekankan bahwa BPBD adalah garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Oleh karena itu, kecepatan dalam merespons laporan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan kinerja.
“Selaras dengan petunjuk Bapak Gubernur Suhardi Duka, kita harus memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional. Tidak ada ruang untuk menunda-nunda saat menyangkut keselamatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana,” tegas Yasir Fattah.
Penguatan Peran Pejabat Fungsional
Yasir juga menyoroti pentingnya pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bagi para pejabat fungsional. Ia mengingatkan bahwa setiap personel memiliki peran krusial dalam rantai komando penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga pascabencana.
“Di tengah kondisi cuaca yang dinamis ini, kesiapsiagaan adalah harga mati. Saya minta seluruh pejabat fungsional memahami tanggung jawabnya. Koordinasi antarbidang, baik Kedaruratan maupun Pencegahan, harus berjalan tanpa sumbat,” tambahnya.
Sinergi untuk Penanggulangan Efektif
Rakor ini memfokuskan pada integrasi data dan sumber daya agar penanganan darurat di lapangan dapat dilakukan secara efektif dan terintegrasi di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Dengan soliditas internal yang semakin kuat, BPBD Sulbar optimis mampu menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dari ancaman bencana sepanjang tahun 2026, sekaligus membuktikan bahwa birokrasi Sulbar tetap tangguh di tengah tantangan yang ada. (Rls)







