Example 300250
DaerahKesehatanMamuju

RSUD Mamuju Resmi Buka Layanan TBC Resisten Obat, Permudah Akses Pengobatan Warga Sulbar

×

RSUD Mamuju Resmi Buka Layanan TBC Resisten Obat, Permudah Akses Pengobatan Warga Sulbar

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki babak baru. RSUD Kabupaten Mamuju kini resmi membuka Layanan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO), sebuah langkah strategis yang secara signifikan memperkuat akses pemeriksaan dan pengobatan TBC-RO bagi masyarakat di Mamuju dan sekitarnya.

Layanan TBC-RO ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat, memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan terstandar dan komprehensif tanpa harus menempuh jarak yang jauh untuk rujukan. Pembukaan layanan ini sekaligus melengkapi jejaring Rumah Sakit Layanan TBC-RO sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/350/2017.

Dukungan PHTC dan Komitmen Pemerintah

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa terobosan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ia menekankan bahwa inisiatif ini sejalan dengan program nasional dan regional.

“Penanganan TBC merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo. Dengan hadirnya layanan TBC-RO di RSUD Mamuju, masyarakat kini memiliki akses lebih dekat dan aman terhadap layanan pengobatan TBC resisten obat. Ini langkah besar dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC di Sulawesi Barat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, langkah ini juga mendukung Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Layanan Komprehensif dan Integrasi Data

Layanan TBC-RO di RSUD Mamuju dirancang dengan sistem yang komprehensif, mencakup pemantauan intensif, pendampingan pasien selama masa terapi, serta konseling.

Kolaborasi antara RSUD Mamuju, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten juga diperkuat untuk menjamin kesinambungan alur rujukan, serta pencatatan dan pelaporan data yang akurat melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Dengan hadirnya fasilitas ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat optimistis bahwa cakupan penemuan dan pengobatan TBC resisten obat akan meningkat secara signifikan.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan dini apabila mengalami gejala TBC seperti batuk kronis, keringat malam, atau penurunan berat badan, serta menjalani pengobatan hingga tuntas demi mencegah penularan lebih lanjut.

RSUD Kabupaten Mamuju mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya eliminasi TBC, menuju terwujudnya Mamuju Sehat dan Sulbar Bebas TBC 2030. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *