Mamuju, 8enam.com.-Menanggapi keresahan masyarakat terkait beredarnya informasi potensi bencana hidrometeorologi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Rabu (08/04/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga dan mencegah meluasnya disinformasi yang dapat memicu kepanikan massal di tengah tantangan cuaca saat ini.
Validasi Data Sebagai Kunci Ketenteraman
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang di masyarakat harus merujuk pada data otoritas resmi agar tidak terjadi simpang siur yang merugikan publik.
”Kami ingin memastikan setiap informasi yang sampai ke telinga masyarakat memiliki sumber yang jelas dan valid dari BPBD. Hal ini sangat krusial untuk meminimalisir kegelisahan dan potensi disinformasi yang bisa mengganggu ketenteraman warga,” jelas Darwis usai bertemu Kepala BPBD Sulbar, Yasir Fattah.
Instruksi Gubernur: Informasi Harus Jelas dan Akurat
Sinergi antarinstansi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Gubernur menekankan bahwa di tengah potensi ancaman bencana alam, pemerintah harus hadir sebagai sumber informasi utama yang menenangkan.
Dengan validitas data yang terjaga, keresahan maupun kekhawatiran berlebih yang tidak perlu dapat ditekan. Pemerintah Provinsi berkomitmen bahwa setiap peringatan dini maupun edukasi kebencanaan harus disampaikan secara terukur dan berbasis fakta lapangan.
Menjaga Stabilitas Sosial
Melalui koordinasi intensif ini, Kesbangpol dan BPBD Sulbar menyepakati beberapa langkah strategis:
- Satu Pintu Informasi: Mengarahkan masyarakat untuk hanya memercayai rilis resmi dari instansi terkait.
- Respon Cepat: Segera mengklarifikasi isu-isu atau hoaks kebencanaan yang beredar di media sosial.
- Edukasi Terukur: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai mitigasi hidrometeorologi tanpa menimbulkan ketakutan.
Upaya ini diharapkan dapat memastikan Sulawesi Barat tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang sembari tetap meningkatkan kewaspadaan yang proporsional terhadap kondisi lingkungan.
Editor: Ammar







