Example 300250
DaerahNasional

Rawana Mandar Bergema di TMII : Generasi Muda Jakarta Antusias Dalami Filosofi dan Irama Tradisional Sulawesi Barat

×

Rawana Mandar Bergema di TMII : Generasi Muda Jakarta Antusias Dalami Filosofi dan Irama Tradisional Sulawesi Barat

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 8enam.com.-Pesona budaya Mandar terus memikat generasi muda di ibu kota. Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali mengaktifkan Diklat Musik Tradisional pasca-Ramadhan, Minggu (29/3/2026). Puluhan pelajar terpantau antusias mendalami teknik permainan Rawana Mandar, sebuah instrumen membranofon khas Suku Mandar yang sarat akan nilai sejarah.

​Kegiatan ini bukan sekadar latihan musik rutin, melainkan ruang diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan filosofi Sulawesi Barat kepada masyarakat luas, sekaligus memastikan warisan leluhur tetap eksis di tengah modernitas.

Membangun SDM Berkarakter melalui Seni

​Pelatihan ini selaras dengan program Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), khususnya dalam misi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Melalui seni, para peserta diajak menghargai proses ketekunan dan kedisiplinan yang menjadi akar budaya masyarakat Mandar.

​Pelatih Diklat Musik Anjungan Sulbar, Nawir, menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya belajar memukul perkusi, tetapi juga memahami fungsi Rawana sebagai pengiring tarian tradisional (Tu’duq), upacara adat, hingga penyambutan tamu kehormatan.

​”Rawana Mandar adalah warisan yang harus dijaga keberlanjutannya. Kami merancang kurikulum yang menyenangkan namun tetap menjaga pakem tradisional. Tujuannya agar generasi mendatang tetap bisa menikmati keunikan harmonisasi irama khas Sulawesi Barat ini,” ujar Nawir.

Rawana Mandar: Harmoni Kayu Nangka dan Kulit Kambing

​Rawana Mandar yang terbuat dari kayu nangka atau cempaka dengan balutan kulit kambing ini memiliki peran vital dalam berbagai ritual adat, termasuk upacara penyucian benda pusaka kerajaan. Di tangan para seniman muda, alat musik ini kini dikolaborasikan dengan berbagai platform media sosial dan instrumen modern untuk menarik minat khalayak luas.

​Selain Rawana, Anjungan Sulbar juga memperkenalkan instrumen tradisional lainnya seperti Calong, Gongga Lima, Keke, Ganrang, dan Kecapi Mandar.

Ruang Kreativitas Pasca-Ramadhan

​Setelah jeda selama bulan suci, Aula Anjungan Sulbar kembali menjadi pusat kreativitas. Pihak Anjungan berkomitmen menjadikan Diklat Musik ini sebagai program reguler yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan namun tetap setia pada akar tradisi.

​Dengan konsistensi pelatihan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kebanggaan yang kuat terhadap identitas budaya bangsa, khususnya budaya Malaqbi dari Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *