
Mamuju, 8enam.com.-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Bina Marga melakukan aksi jemput bola dengan memantau langsung titik-titik rawan di sepanjang ruas jalan provinsi.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 serta potensi cuaca ekstrem, Minggu (04/01/2026).
Pemantauan lapangan ini bertujuan memastikan aksesibilitas transportasi tetap terjaga dan memberikan rasa aman bagi pemudik yang kembali ke wilayah Sulawesi Barat.
Pemetaan Titik Rawan Banjir dan Longsor
Koordinator Lapangan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sulbar, Herwan Panunju, bersama tim teknis mengecek secara detail kondisi drainase dan tebing di jalur-jalur yang memiliki histori kerawanan tinggi.
“Kami ingin memastikan kondisi jalan tetap aman dan fungsional. Titik-titik rawan sudah kami petakan sejak awal dan saat ini pengawasan terus ditingkatkan mengingat pergerakan kendaraan arus balik mulai meningkat,” ujar Herwan.
Siagakan Alat Berat untuk Penanganan Cepat
Tidak hanya sekadar memantau, Dinas PUPR Sulbar juga telah menyusun skenario penanganan darurat. Koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) diperkuat untuk menjaga sinkronisasi penanganan di jalur utama trans-Sulawesi.
“Langkah antisipasi kami mencakup kesiapan penanganan cepat di lapangan. Alat berat sudah disiagakan di titik-titik krusial. Jika terjadi banjir atau longsor, tim bisa langsung bergerak melakukan penanganan segera tanpa menunda mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Infrastruktur Responsif SDK-JSM
Aksi sigap Bidang Bina Marga ini merupakan implementasi dari kebijakan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK-JSM) dalam menghadirkan infrastruktur yang tangguh. Fokus utama kepemimpinan SDK-JSM di sektor ini adalah menciptakan konektivitas yang responsif terhadap kondisi cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah Sulbar.
Dengan pengawasan ketat dan kesiapan alat berat, diharapkan arus balik Nataru tahun ini berjalan lancar tanpa ada hambatan infrastruktur yang berarti bagi masyarakat. (Rls)







