
Mamuju, 8enam.com.-Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, melakukan penguatan internal secara menyeluruh. Melalui sesi orientasi kinerja yang digelar di Ruang Rapat Biro Pemkesra, Kamis (08/01/2026), Murdanil memberikan arahan strategis kepada seluruh jajarannya untuk memantapkan ritme kerja di tahun 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, memperjelas pembagian tugas (tupoksi), serta memacu kedisiplinan ASN agar program kerja Biro Pemkesra berjalan lebih efektif, terukur, dan akuntabel.
Orientasi Kinerja Sebagai Fondasi Pelayanan
Dalam arahannya, Murdanil menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak akan tercapai tanpa fondasi kinerja yang kuat di internal organisasi. Ia meminta setiap pegawai tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi harus memahami dampak dan manfaat nyata dari setiap kegiatan yang dilakukan.
“Setiap ASN harus memahami tugasnya, bekerja disiplin, serta berorientasi pada hasil. Orientasi kinerja ini adalah fondasi utama kita untuk mewujudkan pelayanan yang bertanggung jawab kepada masyarakat,” tegas Murdanil di hadapan para pejabat struktural dan staf.
Selaras dengan Visi SDK-JSM dan Budaya BerAKHLAK
Murdanil mengingatkan bahwa Biro Pemkesra merupakan jantung koordinasi pemerintahan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, seluruh program wajib mendukung visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera.
Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk menginternalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai budaya kerja sehari-hari.
“Kita harus bekerja selaras, solid, dan profesional. Pastikan setiap program Pemkesra benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Barat. Komunikasi yang efektif antar subbagian adalah kunci agar target kita tepat sasaran,” tambahnya.
Membangun Suasana Kerja Dialogis
Kegiatan orientasi ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Para staf diberikan ruang untuk menyampaikan tantangan di lapangan serta memberikan masukan terkait optimalisasi program kerja.
Dengan orientasi yang jelas, Biro Pemkesra diharapkan menjadi motor penggerak tata kelola pemerintahan yang berkualitas, responsif terhadap kebutuhan warga, serta berintegritas tinggi dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Rls)







