
Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat mematangkan program kerja tahun anggaran 2026. Plt. Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, memimpin langsung rapat internal untuk mengklasifikasi dan memverifikasi agenda strategis di Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan, Rabu (07/01/2026).
Rapat yang dihadiri Sekretaris Dinas dan seluruh Pejabat Administrator ini bertujuan memastikan setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan selaras dengan janji politik pimpinan daerah.
Fokus pada Skala Prioritas dan Anggaran Kas
Dalam arahannya, Bau Akram menekankan bahwa setiap Kepala Bidang harus jeli dalam menentukan skala prioritas kegiatan. Verifikasi ketat dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar mendukung visi misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM).
“Penyusunan rencana kegiatan harus mengacu pada anggaran kas yang sudah dibuat. Pastikan semua kegiatan mendukung visi misi Pak Gubernur. Sangat penting melakukan verifikasi untuk menentukan mana yang paling urgen untuk didahulukan agar pelaksanaan program lebih terstruktur dan efisien,” tegas Bau Akram.
Harmonisasi Agenda Nasional dan Daerah
Dispoparekraf Sulbar juga melakukan sinkronisasi jadwal dengan kalender event dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI serta agenda rutin Pemprov Sulbar. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih jadwal dan partisipasi atlet maupun pemuda Sulbar di kancah nasional bisa lebih maksimal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah komitmen Gubernur SDK dalam memberikan penghargaan (reward) bagi atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mengharumkan nama daerah.
Peringatan Ketat Pembangunan Sarpras
Terkait pembangunan fisik sarana dan prasarana (sarpras) olahraga, Bau Akram memberikan instruksi khusus mengenai aspek legalitas. Ia meminta jajarannya untuk memastikan status aset dan lahan sebelum proyek dimulai.
“Koordinasi sangat diperlukan, terutama menyangkut status tanah lokasi pembangunan. Komunikasikan dengan Inspektorat terkait mekanismenya agar semua berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” imbaunya.
Langkah perencanaan yang matang ini diharapkan mampu mendorong produktivitas pemuda dan prestasi olahraga Sulawesi Barat secara signifikan pada tahun 2026. (Rls)







