Example 300250
DaerahMamuju

Pimpin Raker RKPD 2027, Gubernur Suhardi Duka Dorong Investasi 24 Persen dan Mitigasi Bencana sebagai Mesin Pertumbuhan

×

Pimpin Raker RKPD 2027, Gubernur Suhardi Duka Dorong Investasi 24 Persen dan Mitigasi Bencana sebagai Mesin Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memimpin Rapat Kerja Pimpinan Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ballroom Andi Depu, Rabu (11/3/2026). Dalam forum strategis tersebut, Gubernur membedah tantangan ekonomi global dan nasional serta menetapkan target-target ambisius untuk masa depan Sulawesi Barat.

​Gubernur SDK menekankan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus adaptif terhadap tekanan APBN yang dipicu oleh ketergantungan impor energi nasional, yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih efisien dan kreatif dalam mencari sumber pendanaan di luar anggaran negara.

Investasi: Kunci Utama Pembuka Lapangan Kerja

​Gubernur menyoroti realisasi investasi Sulawesi Barat yang saat ini baru menyentuh angka 9%, jauh dari target yang ditetapkan sebesar 24%. Untuk tahun 2027, investasi diposisikan sebagai “panglima” pembangunan guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

​“Investasi adalah kunci. Jika investasi meningkat, lapangan kerja terbuka, pengangguran ditekan, dan ekonomi akan tumbuh secara otomatis. Saya optimis capaian ini akan melonjak seiring masuknya investor di sektor sumber daya alam yang kini tengah dalam proses tender,” tegas Suhardi Duka.

Mitigasi Bencana dan Target Kinerja Realistis

​Selain investasi, Gubernur menekankan bahwa risiko bencana merupakan variabel yang seringkali menghambat indikator pembangunan. Ia memproyeksikan, jika mitigasi bencana diperkuat dan investasi naik, indeks pembangunan Sulbar dapat meroket dari 91% menuju angka 95% hingga 100%.

​Gubernur juga memberikan peringatan keras kepada pimpinan OPD agar tidak membuat target kinerja yang rendah hanya demi formalitas capaian. “Target harus realistis namun tetap menantang. Jangan dimanipulasi agar terlihat sukses, birokrasi harus benar-benar berkinerja meningkat,” ujarnya.

Penyesuaian Komposisi Anggaran (UU HKPD)

​Tantangan besar lainnya yang dibahas adalah penyesuaian belanja pegawai sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022 (HKPD). Saat ini, belanja pegawai Pemprov Sulbar masih di angka 34%, sementara mandat undang-undang menetapkan batas maksimal 30%. Gubernur menginstruksikan strategi restrukturisasi belanja tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Target Ekonomi 2027: Agresif dan Terukur

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan sasaran makro tahun 2027 dengan optimisme tinggi:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 6,20%.
  • Kemiskinan: Ditargetkan turun hingga kisaran 8,8% – 8,1% (turun 1% per tahun).
  • Pengangguran Terbuka: Ditekan pada rentang 2,2% – 2,13%.

​Gubernur menutup arahannya dengan menegaskan bahwa seluruh program tahun 2027 harus memiliki indikator yang terukur dan selaras dengan arah kebijakan nasional. Dengan perencanaan yang matang, Sulawesi Barat diharapkan mampu menjadi daerah yang resilien di tengah dinamika ekonomi global. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *