Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memacu peningkatan kapasitas pimpinan tinggi pratama guna menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, resmi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Makassar, mulai Minggu (29/3/2026).
Keikutsertaan ini merupakan bagian dari komitmen besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam membangun sumber daya manusia (SDM) birokrasi yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Rumuskan Kebijakan Kesehatan yang Lebih Inovatif
Bagi dr. Nursyamsi, PKN Tingkat II bukan sekadar pemenuhan agenda formalitas bagi pejabat, melainkan ruang krusial untuk mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan strategis. Hal ini dinilai sangat penting mengingat tantangan sektor kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana yang semakin kompleks di masa depan.
“Ini adalah kesempatan penting untuk memperkuat kemampuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih inovatif dan adaptif. Fokus kami adalah bagaimana meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi agar pelayanan publik di sektor kesehatan Sulbar bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor
PKN Tingkat II dirancang khusus untuk membekali para pimpinan dengan kemampuan mengelola perubahan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pelayanan publik yang dapat langsung diimplementasikan di Sulawesi Barat, khususnya dalam mempercepat capaian target-target kesehatan daerah.
Pemprov Sulbar secara konsisten terus mendorong pengembangan kompetensi aparatur sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Aparatur yang kompeten diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berwibawa dan mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat.
Dampak Nyata bagi Kinerja Organisasi
Melalui pengetahuan strategis yang diperoleh dari Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Makassar, dr. Nursyamsi diproyeksikan mampu membawa perubahan signifikan pada ritme kerja DKPPKB Sulbar. Sinergi antara kepemimpinan yang kuat dan sistem yang inovatif diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan manusia di Bumi Manakarra. (Rls)







