Selasa , Maret 31 2020
Home / Daerah / Penemuan Mayat Dengan Kondisi Kepala Nyaris Putus Gegerkan Warga Desa Motu

Penemuan Mayat Dengan Kondisi Kepala Nyaris Putus Gegerkan Warga Desa Motu

Pasangkayu, 8enam.com.-Penemuan sosok mayat berjenis kelamin laki-laki terbujur kaku dan bersimbah darah dengan luka sabetan senjata tajam dengan kondisi kepalanya nyaris putus di pekarangan warga, gegerkan Warga Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, Jum’at (28/2/2020) sekitar pukul 16:30 wita.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan tersungkur dengan luka sabetan Sajam pada bahagian belakang kepala yang hampir putus. Selain kepala, juga ditemukan luka pada bagian punggung dengan luka sobek, sementara pada bagian lengan tangan kanan nyaris putus.

Kejadian tersebut diketahui warga bernama Laranggong (60), warga Dusun Bukit Asri, Desa Motu, saat keluar dari rumah melihat banyak warga yang berkumpul di samping rumahnya dan melihat sesosok mayat dalam keadaan tersungkur.

Mengetahui ada penemuan mayat, warga kemudian menghubungi Aparat Kepolisian Polsek Baras mengenai penemuan mayat tersebut.

Personil Polsek Baras yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Baras, AKP Rijan Hadinagara langsung menuju TKP setelah menerima laporan warga. Usai melaksanakan olah TKP, korban diketahui bernama Yunus (40) warga Desa Motu Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu, selanjutnya Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dusun Bukit Asri Desa Motu Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu.

Kurang Dari 24 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan Sadis Di Desa Motu

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, akhirnya Personil Polsek Baras yang dibackup Tim Jatanras Polres Mamuju Utara berhasil mengamankan S (21), warga Dusun Sidomaju, Desa Balanti Kecamatan Baras, Kabupatan Pasangkayu yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Yunus (40) meninggal dunia dengan cara ditebas menggunakan sebilah parang pada, Jum’at sore (28/2/2020).

Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka S nekad menganiaya korban hingga tewas dengan cara menebas menggunakan sebilah parang, dikarenakan sebelumnya Pada hari Jumat tanggal 28 Feb 2020 Sekira Pukul 16.20 Wita, saat tersangka S sedang mengendarai motor dari arah utara (Bulili), ditengah jalan bertemu dengan Yunus yang juga mengendarai motor dari arah selatan (SP1, Desa Motu).

Tiba-tiba korban menghadang S dan turun dari motor langsung menampar S pada bagian wajah sebanyak 1 kali. Kemudian S mengatakan (janganko pukulka lagi, karena kalau kamu pukul lagi maka saya lawan kamu).

Hal inilah yang membuat korban kemudian mencabut badik, kemudian menyerang S namun, S menghindar dan mencabut parangnya yang sementara berada dipinggang dan juga langsung menebas badan dan tangan korban. Kemudian korban berdiri lagi dan masih berniat melawan, sehingga S kembali menebas korban dan mengenai bagian belakang kepala berulang kali, kemudian korban langsung jatuh tersungkur ke tanah.

Kapolres Mamuju Utara AKBP Leo H. Siagian mengatakan, kasus ini masih didalami motifnya, namun untuk tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebilah badik dan sebilah parang yang diduga digunakan oleh tersangka S dan Korban Y saat duel, untuk Tersangka S sementata kami sudah amankan di Rutan polres Mamuju Utara untuk proses penanganan lebih lanjut,” tuturnya. (HMS Polres Mamuju Utara/Joni/Js)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *