Example 300250
DaerahMamuju

PASTIPADU Sasar Kemiskinan Dan Stunting! Sekprov Sulbar Koordinasikan Intervensi Terintegrasi, Siapkan Pilot Project di 60 Desa Tahun 2026

×

PASTIPADU Sasar Kemiskinan Dan Stunting! Sekprov Sulbar Koordinasikan Intervensi Terintegrasi, Siapkan Pilot Project di 60 Desa Tahun 2026

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menunjukkan langkah nyata dalam menggenjot percepatan penurunan prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program unggulan PASTIPADU.

Langkah nyata ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Tim PASTIPADU bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi, mitra perusahaan, dan mitra BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat di ruang oval Kantor Gubernur Sulbar, Senin 11 November 2025.

Sekretaris Daerah (Sekprov) Sulbar, Junda Maulana, menegaskan bahwa PASTIPADU adalah program strategis yang dicanangkan oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

“Tujuan utamanya ini adalah menangani masalah stunting, dengan menyasar kelompok-kelompok risiko stunting yaitu orang-orang miskin,” ujar Junda Maulana.

Target Multisektor : Kemiskinan, Stunting, Pendidikan, dan Kesehatan

Sekprov Junda Maulana menekankan bahwa target PASTIPADU mencakup multisektor, yaitu:

Menyasar orang miskin.

Menurunkan kemiskinan sesuai target RPJMD (1% per tahun).

Menurunkan stunting yang saat ini berada di angka 35%.

Menyasar aspek pendidikan agar merata dan berkualitas.

Menyasar aspek kesehatan untuk merubah tatanan hidup masyarakat.

“Jadi program ini adalah program terintegrasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan karena menangani stunting dan kemiskinan ini tidak bisa hanya pemerintah,” tegasnya.

Fokus Intervensi Pilot Project di 60 Desa

Untuk tahun 2026 mendatang, Pemprov Sulbar akan mengintervensi 10 desa per kabupaten, yang didesain dalam bentuk Pilot Project penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Untuk tahun 2026 kita akan intervensi 10 desa per kabupaten sehingga ada 60 desa ditambah dengan tahun ini 12 desa menjadi 72 desa. Itu yang kita akan intervensi melalui APBD provinsi dan APBD Kabupaten,” ungkap Junda Maulana.

Program Pilot Project ini bertujuan mengukur efektivitas berbagai intervensi, seperti perbaikan gizi dan peningkatan sanitasi, untuk mencapai hasil yang nyata dan terukur. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *