Mamuju, 8enam.com.-Perubahan struktur organisasi dari BPKPD menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) membawa angin segar bagi transformasi digital di Sulawesi Barat. Menjawab tantangan penggabungan fungsi perbendaharaan dan akuntansi, BPKAD Sulbar kini memacu reformasi perbendaharaan melalui integrasi layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) BsrE ke dalam aplikasi SIPAMANDAR, Rabu (21/01/2026).
Langkah strategis ini merupakan respons cepat terhadap visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis digital.
Solusi di Tengah Tantangan Fiskal
Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda, Syaharuddin, menjelaskan bahwa reformasi ini bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan kebutuhan mendesak untuk efisiensi anggaran di tengah penurunan dana transfer pusat.
”Pemanfaatan TTE memberikan dampak langsung pada penghematan belanja operasional. Penggunaan kertas (ATK) dan biaya penggandaan dokumen dapat dipangkas drastis. Dokumen vital seperti SPP, SPTJM, SPM, hingga SP2D kini dapat ditandatangani secara elektronik secara cepat dan transparan,” jelas Syaharuddin.
Keamanan Dokumen Terjamin BSSN
Uji coba (live testing) integrasi ini difasilitasi oleh Diskominfo Sulbar dan didampingi langsung secara daring oleh Tim Teknis Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Penggunaan sertifikat elektronik memastikan bahwa setiap dokumen keuangan memiliki keabsahan hukum yang kuat dan sulit dimanipulasi.
Kepala BPKAD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, mengapresiasi keberhasilan uji coba ini sebagai momentum penting bagi birokrasi di Sulawesi Barat.
“Hasil live testing menunjukkan sistem siap diimplementasikan. Ini adalah langkah nyata kami dalam mendorong reformasi perbendaharaan agar proses pencairan dana tidak lagi memakan waktu lama akibat kendala tanda tangan manual,” tegas Ali Chandra.
Era Baru : Menuju Full Digital dengan e-Meterai
Melengkapi ekosistem digital tersebut, BPKAD Sulbar juga tengah menyiapkan integrasi e-Meterai ke dalam aplikasi SIPAMANDAR. Dengan inovasi ini, seluruh proses pengajuan hingga pencairan dana akan dilakukan tanpa kertas (paperless).
“Ke depan, semua terintegrasi. Tidak ada lagi materai tempel manual. Semuanya digital melalui SIPAMANDAR, sehingga administrasi keuangan kita semakin efisien, aman, dan tertib,” pungkas Ali Chandra. (Rls)







