Example 300250
DaerahMamuju

Musim Hujan Tiba, Dinkes P2KB Sulbar Siaga Satu Hadapi Ancaman Malaria dan DBD

×

Musim Hujan Tiba, Dinkes P2KB Sulbar Siaga Satu Hadapi Ancaman Malaria dan DBD

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Memasuki puncak musim hujan, risiko penyebaran penyakit tular vektor seperti Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulbar kini memperketat pengawasan dan intervensi di lapangan guna melindungi warga dari potensi wabah, Minggu (11/01/2026).

Langkah proaktif ini merupakan instruksi langsung dalam kerangka visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) untuk mewujudkan masyarakat Sulbar yang maju, sehat, dan sejahtera.

Monitoring Mingguan dan Penyelidikan Epidemiologi

Dinkes P2KB Sulbar telah mengaktifkan sistem monitoring rutin setiap minggu untuk memastikan intervensi di daerah berisiko tinggi berjalan efektif. Langkah konkret yang diambil meliputi:

Penyelidikan Epidemiologi (PE): Pelacakan sumber penularan saat ditemukan kasus.

Tatalaksana Kasus: Penanganan medis yang cepat sesuai standar di puskesmas maupun rumah sakit.

Surveilans Migrasi: Pengawasan pergerakan warga dari daerah endemis untuk mencegah penularan lintas wilayah.

Tantangan Lapangan dan Penguatan Laboratorium

Entomolog Dinkes P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra, mengakui masih ada beberapa kendala teknis di lapangan yang perlu segera diatasi.

“Kami mencatat masih ada keterlambatan proses PE di beberapa titik. Saat ini, fokus kami adalah memperkuat pemetaan daerah reseptif (daerah yang rawan perkembangbiakan nyamuk) serta meningkatkan mutu laboratorium melalui uji silang hasil pemeriksaan,” jelas Irwan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes juga menggelar On the Job Training (OJT) bagi petugas kesehatan guna meningkatkan kapasitas deteksi dini dan evaluasi program di tingkat kabupaten.

Imbauan : Jaga Kebersihan dan Jangan Tunda Berobat

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan penyakit tular nyamuk sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Pemerintah terus memperkuat sistem surveilans, namun masyarakat adalah garda terdepan. Kami mengimbau warga untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan Gerakan 3M Plus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam atau tanda-tanda penyakit tular nyamuk lainnya,” tegas dr. Nursyamsi.

Dengan penguatan kapasitas petugas dan kesadaran kolektif masyarakat, Pemprov Sulbar optimistis dapat menekan angka kesakitan akibat gigitan nyamuk sepanjang musim penghujan tahun ini. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *