Majene, 8enam.com.-Layanan publik yang adaptif dan merakyat terus ditunjukkan oleh UPTD Pelayanan Pajak Kabupaten Majene. Setiap hari Selasa, armada Samsat Keliling (Samkel) rutin menyapa warga di Pasar Pellattoang, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan tanpa perlu mengganggu aktivitas belanja, Selasa (13/01/2026).
Program jemput bola ini merupakan implementasi visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata, berkualitas, dan menyentuh langsung pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pajak Hadir di Pusat Ekonomi Rakyat
Pemilihan Pasar Pellattoang sebagai lokasi rutin bukan tanpa alasan. Pasar ini merupakan titik kumpul masyarakat dari berbagai desa, sehingga layanan Samkel dapat menjangkau wajib pajak lebih luas.
Kepala UPTD Pelayanan Pajak Majene, A. Fariz Prasetyo Fadli, menegaskan bahwa kehadiran mereka di pasar adalah bukti komitmen layanan yang berorientasi pada kemudahan warga.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu lagi mengalokasikan waktu khusus ke kantor Samsat. Sambil berbelanja kebutuhan pokok, urusan pajak kendaraan bisa tuntas dalam hitungan menit,” ujar Fariz.
Modernisasi Layanan: Bayar Pakai QRIS
Tak hanya lokasinya yang strategis, sistem pembayarannya pun telah mengadopsi teknologi digital. Untuk mendukung transparansi dan keamanan, layanan Samkel di Pasar Pellattoang kini memanfaatkan barcode QRIS.
- Non-Tunai: Transaksi lebih cepat tanpa perlu uang kembalian.
- Aman: Menghindari risiko kesalahan hitung atau uang palsu.
- Akuntabel: Dana langsung masuk ke kas daerah secara real-time.
Strategi Optimalisasi Pendapatan Daerah
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menyatakan bahwa rutinnya Samkel di pasar-pasar tradisional adalah strategi vital untuk meningkatkan kepatuhan pajak.
“Pelayanan harus hadir di tengah masyarakat, bukan masyarakat yang selalu mencari pelayanan. Dengan layanan yang rutin dan mudah, kita ingin menghapus stigma bahwa bayar pajak itu sulit,” tegas Abdul Wahab.
Bapenda Sulbar berharap kesadaran warga Majene dalam membayar pajak terus meningkat, karena setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan di Sulawesi Barat. (Rls)







