Example 300250
DaerahMamuju

Menuju Tata Kelola Berintegritas, Inspektorat Sulbar Gelar Coaching Clinic Maturitas SPIP Terintegrasi 2026

×

Menuju Tata Kelola Berintegritas, Inspektorat Sulbar Gelar Coaching Clinic Maturitas SPIP Terintegrasi 2026

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus memperkuat benteng pengendalian internal guna mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Melalui kegiatan Coaching Clinic Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, Inspektorat membekali Satuan Tugas (Satgas) internal untuk memantapkan kesiapan penilaian maturitas tahun anggaran 2026, Selasa (3/2/2026).

​Langkah ini merupakan implementasi nyata dari misi kelima Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) demi pelayanan publik yang berkualitas.

Integrasi Pengendalian, Risiko, dan Anti-Korupsi

​Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat ini mengupas tuntas konsep pengukuran Tingkat Maturitas SPIP Terintegrasi. Fokus utama tidak hanya pada kelengkapan dokumen, tetapi pada tiga pilar utama:

  1. Manajemen Risiko Indeks (MRI): Kemampuan organisasi memetakan dan memitigasi risiko kerja.
  2. Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK): Sejauh mana sistem mampu mencegah praktik korupsi.
  3. Kualitas Pengendalian Intern: Praktik nyata pengendalian dalam aktivitas harian organisasi.

​“SPIP Terintegrasi menuntut keterkaitan kuat antara pengendalian, manajemen risiko, dan pencegahan korupsi. Evidence (bukti) yang disiapkan harus mencerminkan pengendalian yang benar-benar berjalan dan berdampak pada kinerja, bukan sekadar administratif,” tegas tim ahli dari BPKP Sulbar.

Bukan Sekadar Kewajiban Penilaian

​Inspektur Inspektorat Sulbar, M. Natsir, menekankan bahwa SPIP adalah fondasi dasar agar pemerintahan berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan. Ia menginstruksikan timnya untuk berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan nilai-nilai SPIP secara konsisten.

​”SPIP bukan sekadar mengejar skor atau kewajiban penilaian tahunan. Ini adalah fondasi kita dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel. Inspektorat akan terus berperan sebagai quality assurance dan consulting partner bagi seluruh perangkat daerah,” ujar M. Natsir.

Pendampingan Berkelanjutan

​Sejalan dengan hal tersebut, Irban Wilayah Khusus Inspektorat Sulbar, Khairani, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendampingan intensif. Timnya akan fokus pada penguatan manajemen risiko di setiap lini guna memastikan capaian maturitas SPIP Sulawesi Barat berada pada level optimal.

​Melalui Coaching Clinic ini, Pemprov Sulbar optimis bahwa standar pengawasan internal yang lebih tinggi akan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah yang bersih dan melayani. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *