Mateng, 8enam.com.-Bertempat di pendopo Rujab Bupati Mamuju Tengah, Komunitas pencinta burung Benteng Kayu Mangiwang BerComunity (BKM BC) Mamuju Tengah resmi dilaunching, Minggu (15/9/2019).
Selain launching komunitas pencinta burung BKM BC, dirangkaikan juga dengan lomba kicau mania yang diikuti oleh komunitas pencinta burung asal Makassar, Palu, Parigi, Mamuju, Pasangkayu, Majene dan Polewali.
Ketua BKM BC Mamuju Tengah, Wahyu Norel Pede menuturkan, melalui komunitas ini diharapkan bisa menumbuhkan dunia ekonomi kerakyatan yang baru.
Wahyu katakan, Bisnis burung ini bisa mengangkat ekonomi kerakyatan yang baru. Contohnya, burung-burung yang dilombakan adalah burung-burung yang diternak, sehingga pencinta-pencinta burung yang mau ikut lomba atau iven, pasti akan membeli burung dari peternakan-peternakan lokal yang ada di daerah Mateng atau daerah lain sehingga ekonomi kerakyatan bisa terbangun.
Yang kedua lanjutnya, bisnis pakan seperti jangkrik, kroto atau pakan-pakan yang lain itu akan dibeli oleh para pencinta burung yang nota bene barang itu adalah barang yang diternak.
“Sehingga dengan dilaunchinganya komunitas pencinta burung BKM BC akan membangun dunia ekonomi kerakyatan yang baru, karena dunia hobi burung ini kebetulan disupport oleh pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dewan Pembina BKM BC Mateng, H. Arsal Aras berharap Komunitas ini mampu melestarikan habitat burung yang ada di Kabupaten Mateng.
“Kita ingin juga bahwa ada burung-burung lokal yang tentunya bisa tampil. Yang terpenting adalah komunitas ini bagaiman bisa menyatukan pencinta burung yang ada di Mamuju Tengah,” kata Arsal.
Selain itu kata Arsal, penghobi burung ini memiliki nilai ekonomis didalamnya seperti ada yang peternak burung, penangkaran jangkrik dan ada yang mencari semut untuk pakan burung. Jadi dalam penghobi burung ini banyak nilai ekonomi yang muncul.
“Kita harapkan dengan lounching BKM BC hari ini, semakin banyak pencinta burung dan ikut melestarikan burung yang ada di Mateng. Dan kedepan kita akan membuat iven yang lebih besar lagi dengan mengundang pencinta burung yang ada di indonesia,” pungkas Arsal. (Ach/wan)