Example 300250
DaerahMamuju

Matangkan “Launching” Kalender Event 2026, Dispoparekraf Sulbar Perketat Validitas Data Hotel dan Kuliner

×

Matangkan “Launching” Kalender Event 2026, Dispoparekraf Sulbar Perketat Validitas Data Hotel dan Kuliner

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Sektor pariwisata Sulawesi Barat tengah bersiap melakukan akselerasi besar di tahun 2026. Melalui Bidang Investasi Industri dan Pemasaran Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar menggelar rapat internal untuk memantapkan persiapan peluncuran Calendar of Event (CoE) tahun ini, Senin (06/04/2026).

​Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Investasi Industri dan Pemasaran Pariwisata, Abdi Yansya, ini fokus pada penyempurnaan basis data sebagai fondasi utama promosi dan investasi pariwisata di Bumi Manakarra.

Kalender Event: Instrumen Strategis Penarik Wisatawan

​Abdi Yansya mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Pemprov Sulbar akan melakukan Launching Kalender Event Sulbar 2026. Dokumen ini bukan sekadar jadwal acara, melainkan instrumen perencanaan untuk sinkronisasi kegiatan kepariwisataan secara sistematis dan terukur.

​”Kami masih membutuhkan tambahan data dari dinas pariwisata kabupaten untuk melengkapi agenda yang ada. Kalender event ini adalah acuan strategis agar promosi kita terintegrasi dan penjadwalan berbasis waktu (time-based planning) berjalan tepat sasaran,” jelas Abdi.

Data Hotel dan Restoran Jadi Kunci Investasi

​Selain agenda event, rapat juga menyoroti urgensi ketersediaan data akomodasi (hotel) dan rumah makan yang akurat di enam kabupaten. Data ini mencakup jumlah unit usaha, kapasitas kamar, tingkat hunian, hingga karakteristik layanan.

​Integrasi data ini sangat krusial untuk:

  • Analisis Pola Kunjungan: Mengukur lama tinggal (length of stay) wisatawan.
  • Kontribusi Ekonomi: Menghitung dampak nyata sektor kuliner dan hotel terhadap PAD.
  • Daya Saing Destinasi: Menjadi basis pengambilan kebijakan bagi calon investor yang ingin masuk ke Sulbar.

Kebijakan Berbasis Data (Evidence-Based Policy)

​Langkah ini sejalan dengan program prioritas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong penguatan sektor pariwisata melalui data yang terintegrasi.

​Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa validitas data adalah fondasi mutlak. Tanpa data yang akurat, promosi dan pembangunan pariwisata tidak akan efektif.

​”Kalender event harus disusun matang agar memberikan dampak ekonomi signifikan. Sementara itu, data hotel dan rumah makan yang akurat akan mempermudah evaluasi dan memperkuat strategi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Sulawesi Barat,” tutup Bau Akram.

​Dengan persiapan yang matang dan berbasis data, Dispoparekraf Sulbar optimistis tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi di sektor pariwisata daerah.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *