
Mamuju, 8enam.com.-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk menempatkan aspek lingkungan hidup sebagai variabel utama dalam perencanaan tata ruang wilayah. Penegasan ini disampaikan melalui aksi nyata pemulihan ekosistem dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025.
Kegiatan penanaman serentak yang diinisiasi oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Karama ini dilaksanakan di Lingkungan Korongana, Kelurahan Simboro, Mamuju. Kehadiran Bapperida merupakan langkah substantif dalam mewujudkan komitmen pembangunan berkelanjutan di Sulbar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bukti sinergi antara kebijakan nasional dan daerah.
“Kegiatan ini mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelestarian lingkungan, yang secara paralel mendukung ‘Panca Daya’ Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya pada misi keempat,” ujar Darwis Damir.
Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Suhardi Duka memastikan pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hidup, demi mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh dan berkelanjutan.
Fokus Pulihkan DAS dan Mitigasi Bencana
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Sulbar, Arjanto, menambahkan bahwa partisipasi ini adalah wujud nyata komitmen memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan kritis.
“Aspek lingkungan menjadi variabel utama dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan wilayah di Sulawesi Barat. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya mitigasi preventif terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang kerap mengancam wilayah Sulawesi Barat,” tegas Arjanto.
Lebih lanjut, Arjanto juga menyoroti dimensi investasi jangka panjang dari aksi penanaman pohon. “Selain aspek keselamatan, penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung sektor-sektor vital daerah, yakni ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” tutupnya.
Penanaman pohon dalam rangka HMPI 2025 ini menjadi penegasan bahwa Bapperida Sulbar serius mengawal perencanaan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kelestarian dan daya dukung lingkungan untuk masa depan Sulbar. (Rls)
8enam.com Media Online Sulawesi Barat