Mamuju, 8enam.com.-Suasana khidmat menyelimuti Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulawesi Barat saat Gubernur Suhardi Duka (SDK) melantik 126 pejabat eselon III, 28 pejabat fungsional, serta tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, Senin (9/3/2026). Pelantikan ini menjadi momen krusial dalam penataan birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam prosesi tersebut, Gubernur SDK didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, melantik sejumlah figur strategis, yakni:
- Amir S. Dado sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I).
- Muhammad Jaun sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
- Kain Lotong sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Amanah yang Tertunda dan Pesan Ketulusan
Dalam sambutannya yang menyentuh, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa restrukturisasi ini sebenarnya telah direncanakan jauh-jauh hari bersama almarhum Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Namun, agenda tersebut harus tertunda karena kabar duka berpulangnya sang pendamping kepemimpinan tersebut.
”Pelantikan ini sudah lama kami rencanakan bersama Almarhum Wakil Gubernur. Seharusnya terlaksana sebelum memasuki bulan puasa, namun karena beliau wafat, agenda ini terpaksa diundur sebagai bentuk penghormatan dan penyesuaian masa duka,” ungkap Suhardi Duka.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh ASN bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan titipan dari Tuhan Yang Maha Esa. “Jabatan ini adalah titipan Allah. Bagi pejabat yang belum mendapatkan posisi tertentu saat ini, saya harap jangan kecewa. Masih banyak posisi kosong yang perlu diisi ke depannya melalui pertimbangan yang matang,” tambah mantan Bupati Mamuju dua periode tersebut.
Penyegaran Organisasi demi Pelayanan Publik
SDK menegaskan bahwa pelantikan massal ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk melakukan penyegaran organisasi. Fokus utamanya adalah memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat Sulawesi Barat berjalan lebih berkualitas dan akuntabel.
“Saya berharap pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Kita harus memperkuat kinerja pemerintahan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan yang prima,” tegasnya.
Keberlanjutan Penataan Birokrasi
Gubernur mengisyaratkan bahwa proses mutasi dan pengisian jabatan masih akan berlanjut di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap posisi diisi oleh individu yang tepat demi akselerasi pembangunan daerah di sisa tahun anggaran 2026.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat yang dipimpin langsung oleh Gubernur dan Sekprov Sulbar kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, menandai dimulainya babak baru pengabdian mereka. (Rls)







