
Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Karema, Mamuju, Jumat, 17 Oktober 2025.
GPM dilaksanakan sebagai upaya berkelanjutan Pemprov Sulbar untuk mengendalikan inflasi, menekan gejolak harga kebutuhan pokok, dan menjaga stabilitas pangan di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abd. Waris Bestari, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari arahan Gubernur Suhardi Duka untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari langkah konkret Pemprov Sulbar… Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan dengan harga yang terjangkau,” ujar Waris.
Subsidi Rp 3.000/Kg untuk Komoditas Utama
Waris menjelaskan, GPM menawarkan harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar berkat subsidi yang diberikan.
“Jadi harga yang dijual di subsidi mulai 20 sampai 30 persen dari harga yang ada di pasar,” ungkapnya.
Secara spesifik, Distapang memberikan subsidi sebesar Rp3.000 per kilogram untuk setiap komoditas utama, terutama beras.
GPM kali ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, Bulog, distributor, dan Satgas Pangan Polda Sulbar, menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga stabilitas harga. Pemprov Sulbar berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari stabilisasi harga ini dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Rls)






